Anak Berkebutuhan Khusus dan Cara Menyikapinya

Anak adalah anugerah dari Tuhan YME yang mesti dijaga dan dilindungi sebaik-baiknya. Setiap anak mempunyai kelebihannya masing-masing. Begitu pula halnya dengan jenis anak berkebutuhan khusus. Anak berkebutuhan khusus diartikan sebagai anak yang secara fisik, mental, emosional, maupun sosial mengalami kelainan dibandingkan anak seusianya. Kelainan tersebut bisa berupa disfungsi atau perkembangan yang lambat. Karena keterbatasan tersebut, mereka membutuhkan perlakuan khusus supaya tetap bisa berinteraksi dan berkembang.

Dengan keterbatasan, bukan berarti mereka tidak bisa berbuat apa pun. Sebab kini banyak sekali alat bantu yang memudahkan mereka tetap beraktivitas.

Anak berkebutuhan khusus banyak ragamya. Masing-masing punya kekhasan tersendiri, sehingga menyikapi mereka pun tidak bisa sama. Berikut beberapa jenis anak berkebutuhan khusus dan cara bijak menyikapinya:

  1. Tunarungu

Anak tunarungu mengalami kelainan pada alat pendengaran. Kelainan tersebut bisa bawaan lahir maupun karena sebab tertentu. Agar mereka bisa tetap mendengar, cara menyikapi yang paling dasar adalah melengkapi mereka dengan alat bantu dengar.

  1. Tunanetra

Anak tunantera memiliki kelainan pada organ mata sehingga penglihatan mereka sangat terbatas atau tidak bisa melihat sama sekali. Sama seperti tunarungu, kelainan ini bisa terjadi karena bawaan lahir maupun sebab tertentu. Dengan keterbatasan tersebut, bukan berarti mereka tidak bisa berbuat apa pun. Sebab kini banyak sekali alat bantu yang memudahkan anak tunanetra untuk tetap bisa beraktivitas, termasuk membaca.

 

  1. Tunadaksa

Tuna daksa ditandai dengan adanya kelainan pada alat gerak, seperti kaki dan tangan. Mereka memang tampak tidak berdaya, namun memanjakan dengan alasan terebut bukanlah cara yang bijak. Selain memberikan alat bantu, latih mereka untuk memaksimalkan fungsi organ tubuh lainnya. Anda pernah melihat atlet lari tanpa kaki? Sesuatu yang kita anggap tidak mungkin bisa terjadi jika orang tua bersedia melatih mereka dan menanamkan rasa percaya diri sedari kecil.

  1. Tunagrahita

Tuna grahita berkenaan dengan keterbelangan mental yang mengakibatkan anak sulit berkomunikasi dan mencerna informasi. Sulit membedakan antara benar dan salah. Memiliki kecenderungan mudah tersinggung dan trauma. Karena itu, untuk menghadapi mereka membutuhkan kesabaran ekstra dan kelembutan. Tidak boleh dibentak apalagi dipukul. Dalam berinteraksi, hindari topik yang terlampau banyak cabang agar mereka mampu mencerna dan mengingat dengan baik pesan yang Anda sampaikan.

Supaya pengetahuannya tidak sia-sia dan terarah, orang tua perlu memang perlu melibatkan guru khusus.

  1. Memiliki Kecerdasan Luar Biasa

Ternyata cerdas pun bisa menjadi suatu masalah bagi anak. Ini berlaku pada anak yang memiliki kecerdasan luar biasa melampaui batas normal usianya, sehingga membuat orang dewasa kewalahan menjawab segala keingintahuan dan hipotesis-hipotesisnya. Bahkan anak-anak seperti ini berisiko frustasi karena kecerdasannya sendiri. Supaya pengetahuannya tidak sia-sia dan terarah, orang tua perlu memang perlu melibatkan guru khusus. Kerja sama yang baik antara orang tua dapat membantu anak memilah mana hal-hal yang sudah sepatutnya mereka pikirkan di usia sekarang dengan yang belum.

Itulah informasi terkait beberapa jenis anak berkebutuhan khusus dan cara bijak menyikapinya kami sajikan. Semoga menjadi wawasan baru bagi pembaca.

Parents Guidehttp://www.burhanabe.com
Info seputar parenting, mulai dari kehamilan, tumbuh kembang bayi dan anak, serta hubungan suami istri, ditujukan untuk pasangan muda.

Related Posts

Comments

Stay Connected

21,914FansLike
0FollowersFollow
4,105SubscribersSubscribe

Recent Stories