Anak Sulit Konsentrasi, di Mana Masalahnya?

Anak sulit konsentrasi kerap berakibat buruk pada nilai pelajarannya. Penurunan nilai mereka tak ayal membuat resah para orang tua. Bahkan, ada juga orang tua yang sampai marah besar dan menuding si anak bodoh. Padahal tudingan-tudingan negatif yang dilimpahkan pada anak justru memperburuk keadaan.

Sebelum menyalahkan anak bulat-bulat, para orang tua harus tahu dulu apa penyebab kosentrasi anak sulit stabil. Apakah masalah berasal dari dalam diri anak atau pengaruh dari sekitarnya. Sebab, anak yang susah berkosentrasi tak semua bodoh.

Untuk mengetahui apa saja penyebab anak sukar kosentrasi, beberapa point berikut ini mungkin akan membantu:

  • Lingkungan Belajar yang Tidak Kondusif

Sebagian besar anak pasti akan sulit berkosentrasi jika lingkungan di sekitarnya tidak kondusif: bising, berantakan, kotor, tempat duduk yang tidak nyaman, penerangan kurang, panas, dan sebagainya. Pikiran anak jadi bercabang dan tidak bisa tenang. Alhasil materi yang disampaikan guru d depan kelas tidak terserap dengan baik. Ini tidak hanya berlaku di lingkungan sekolahnya saja, tapi juga di rumah. Jika di dalam rumah pun tidak suasananya tidak kondusif, anak tetap tidak bisa fokus. Bahkan sekadar untuk tertib mendengarkan orang tuanya berbicara pun ia sulit.

  • Anak dalam Tekanan Psikis

Sama seperti orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami stress. Tekanan psikis bisa bersumber dari mana saja, semisal dari perlakukan kawan sepermainan yang kurang menyenangkan (kasar dan suka membully) maupun dari hubungan keluarga yang tidak harmonis. Sayangnya, tidak semua anak mampu membicarakan masalahnya secara terbuka pada orang lain.

Kebanyakan anak malah memendam sendiri, sehingga menyebabkan mereka murung dan susah memusatkan pikiran.

  • Penyakitan

Anak yang sakit-sakitan lebih susah berkosentrasi dibandingkan anak sehat. Keluhan-keluhan yang ia rasakan akibat penyakit yang diderita, sudah pasti mengusik kosentrasinya. Terutama penyakit-penyakit berat. Oleh karena itu anak yang sedang sakit dianjurkan untuk lebih banyak beristirahat sampai kondisinya membaik.

  • Gangguan Mata

Gangguan mata seperti rabun tergolong bagian dari gangguan kesehatan yang menyebabkan anak-ana tak nyaman. Mereka jadi sulit membaca dalam jarak tertentu. Apalagi rabun bisa turut memunculkan sakit kepala. Karena kelemahannya tersebut, fokus mereka pun ikut terganggu. Jadi, cobalah periksakan mata anak-anak Anda secara berkala. Mengingat ketergantungan akan gadget di zaman sekarang cukup tinggi, banyak anak-anak yang mengalami penurunan fungsi mata lebih cepat.

  • Menginginkan Sesuatu yang Teramat Sangat

Saat menginginkan sesuatu, anak-anak akan susah sekali menahan diri. Mereka akan terus mengingat-ingat keinginannya sampai terpenuhi, bahkan di saat belajar sekalipun. Itulah yang kemudian membuat mereka jadi susah memusatkan perhatian pada pelajaran. Untuk para orang tua, cobalah untuk berpikir ulang mengenai keinginan anak Anda. Apabila masih dalam batasan wajar, tak ada salahnya dipenuhi. Namun sekiranya tidak memungkinkan, cobalah untuk mendiskusikannya kembali dengan mereka sembari memberi pengertian.

Demikian masalah-masalah yang menyebabkan anak sulit konsentrasi. Semoga informasi parenting dalam artikel ini, membuat para orang tua lebih bijak dalam menyikapi masalah-masalah yang dihadapi anak.

Parents Guidehttp://www.burhanabe.com
Info seputar parenting, mulai dari kehamilan, tumbuh kembang bayi dan anak, serta hubungan suami istri, ditujukan untuk pasangan muda.

Related Posts

Comments

Stay Connected

21,914FansLike
0FollowersFollow
4,105SubscribersSubscribe

Recent Stories