Memilih Metode Kontrasepsi yang Tepat Semasa Pandemi

Dalam sehari ada empat ibu di Indonesia yang meninggal akibat melahirkan. Tingginya angka kematian ibu tersebut menjadi salah satu perhatian untuk para perempuan di Indonesia agar lebih sadar terhadap pentingnya kesehatan reproduksi, yang termasuk di dalamnya adalah perencanaan keluarga dengan menggunakan metode kontrasepsi modern untuk menjaga jarak kelahiran (birth spacing) serta merencanakan kehamilan (birth planning). 

Terlebih lagi pada masa pandemi ini. BKKBN menyebutkan bahwa terdapat penurunan penggunaan kontrasepsi dan berdampak pada lebih dari 420.000 kehamilan tidak direncanakan. Untuk itu, pemerintah menghimbau agar masyarakat disiplin dalam ber-KB dan menggunakan kontrasepsi untuk merencanakan kehamilan khususnya semasa pandemi.

Brand Manager Andalan Kontrasepsi, Apt. Rony Syamson, S. farm, mengungkapkan, “Berbicara tentang kontrasepsi, memilih metode kontrasepsi yang tepat menjadi salah satu penentu kesuksesan program KB yang dijalani. Di masa pandemi ini, di mana akses terhadap pelayanan KB di klinik terbatas, penggunaan kondom dan atau pil KB menjadi salah satu alternatif pilihan bagi masyarakat yang ingin ber-KB namun tidak memungkinkan pergi ke tempat pelayanan KB”.

“Selain mencegah kehamilan secara efektif hingga 99% apabila digunakan secara benar dan teratur, berkontrasepsi dengan menggunakan Pil KB juga memiliki berbagai manfaat antara lain membantu menjaga kesehatan kulit, membantu mencegah kista indung telur, hingga membantu untuk menjaga keseimbangan hormon,” ujar Brand Manager Andalan Kontrasepsi tersebut menambahkan.

Pil KB atau yang disebut dengan kontrasepsi oral, merupakan metode kontrasepsi berbentuk pil yang cara mengonsumsinya harus diminum sehari sekali pada jam yang sama setiap hari. Ada banyak jenis pil yang beredar di pasaran, yang sebagian besar bekerja dengan melepaskan hormon yang membuat ovarium melepaskan telur, dan menebalkan dinding rahim serta membantu menghalangi sperma agar tidak sampai ke sel telur. 

Andalan Kontrasepsi, sebagai merek terdepan alat kontrasepsi yang telah digunakan oleh jutaan perempuan di Indonesia selama lebih dari 20 tahun, memiliki beberapa jenis Pil KB yang bisa menjadi pilihan bagi para perempuan Indonesia, antara lain:

  1. Pil KB Andalan FE: mengandung hormon estrogen dan progesteron, cocok bagi perempuan yang memiliki riwayat anemia karena ada kandungan zat besi atau FE dalam pil placebonya.
  2. Pil KB Andalan Laktasi: mengandung hormon tunggal progesteron, digunakan bagi Ibu menyusui untuk mencegah kehamilan dan tidak mengganggu produktivitas ASI.
  3. Pil KB Elzsa: mengandung hormon cyproterone acetate dan ethinilestradiol, cocok digunakan untuk perempuan masa kini karena memiliki manfaat untuk menjaga kesehatan kulit, mengurangi jerawat dan flek, tidak mengganggu berat badan, dan menjaga supaya menstruasi teratur.
  4. Andalan Postpil: Sebagai back up plan dalam perencanaan keluarga, yang bisa digunakan apabila Ibu lupa memakai kontrasepsi, lupa suntik KB atau lupa meminum Pil KB. Postpil dapat memberikan perlindungan dan mencegah kehamilan setelah berhubungan tanpa alat kontrasepsi apabila dikonsumsi paling lambat 5 hari atau 120 jam setelah berhubungan.
  5. Pil KB Andalan: metode kontrasepsi oral yang paling diminati oleh jutaan perempuan di Indonesia. Pil KB Andalan mengandung hormon kombinasi ethinylestradiol (hormon estrogen) dan levonorgestrel (hormon progestin) yang sangat berguna bagi para perempuan.

Di sisi lain, Pil KB menjadi salah satu metode perencanaan keluarga yang favorit bagi banyak perempuan di Indonesia setelah KB Suntik. Lantas, apa saja keunggulan dari Pil KB? 

Brand Manager Andalan Kontrasepsi menjelaskan berbagai manfaat dari Pil KB sebagai berikut:

  • Dengan tingkat kegagalan kurang dari 1%, pil KB efektif untuk menunda kehamilan apabila diminum secara teratur setiap harinya, pada jam yang sama.
  • Mengonsumsi Pil KB dapat mengurangi rasa sakit akibat menstruasi, beberapa dokter bahkan meresepkan Pil KB untuk mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh endometriosis.
  • Dapat menyeimbangkan hormon, sehingga mampu mengurangi jerawat dan tidak menimbulkan flek pada wajah.
  • Mengurangi risiko kanker ovarium. Sebuah riset terbaru yang dilakukan dengan melakukan kroscek data kesehatan terhadap 1,9 juta perempuan berumur 19 hingga 49 tahun, menemukan bahwa penggunaan Pil KB kombinasi yang memiliki kandungan hormon estrogen dan progesteron dapat mengurangi risiko kanker ovarium sebesar 21 persen.
  • Mengembalikan kesuburan dengan cepat, apabila Ibu berhenti mengonsumsinya karena ingin hamil kembali.
  • Dan terakhir, Pil KB yang beredar dipasaran saat ini memiliki kandungan hormonal yang rendah sehingga tidak akan mengganggu kesehatan perempuan.

Pil KB Andalan telah dipercaya oleh jutaan perempuan di Indonesia untuk merencanakan keluarga dan menjadi top of mind pada kategori produk Pil KB di Indonesia.

Parents Guidehttp://www.burhanabe.com
Info seputar parenting, mulai dari kehamilan, tumbuh kembang bayi dan anak, serta hubungan suami istri, ditujukan untuk pasangan muda.

Related Posts

Comments

Stay Connected

22,036FansLike
2,981FollowersFollow
4,105SubscribersSubscribe

Recent Stories