Maximus Gorky Sembiring Rancang Maxiagogi Demi Masa Depan Anak

Semua pasti setuju bahwa anak adalah harta tak ternilai. Dan menjaga agar tetap bernilai salah satunya tentu melalui pendidikan. Sejak pandemi melanda, proses pendidikan mengalami perubahan mendadak yang telah mengakibatkan anak terbeban selama pembelajaran daring diberlakukan. Permasalahan muncul tidak saja antara guru dan siswa, namun juga merembet ke orang tua bahkan relasi dan segitiga komunikasi antara siswa, guru dan orang tua pun terseret. Semua merasa terbeban karena ketidaksiapan perubahan proses pembelajaran ini. 

Lantas, bagaimana masa depan anak bila masalah dalam dunia pendidikan terus bergulir? 

“Pembelajaran daring bukan sekedar memindahkan materi yang diberikan  dalam pertemuan tatap muka menjadi pertemuan virtual. Jika itu dilakukan maka proses pendidikan akan gagal dan tujuan tidak tercapai,” demikian Maximus Gorky Sembiring, pemerhati pendidikan sekaligus juga salah satu staf pengajar Universitas Terbuka. 

Anak harus merasa nyaman ketika belajar meski tanpa tatap muka dan merekalah yang menjadi pusat studi. Guru berperan sebagai fasilitator serta pembimbing dan tidak lagi mengajar hanya dengan satu arah. Menyiasati situasi pandemi yang telah mengubah segalanya ini, demi menjaga kenyamanan anak dalam belajar, Gorky merasa perlu  menggagas ide baru demi melengkapi kompetensi pedagogik yang telah ada sebelumnya.   

“Pendekatan baru ini saya sebut Maxiagogi. Sarat akan hal-hal yang kiranya bisa membantu para guru/dosen beserta siswa/mahasiswa memasuki pembelajaran daring yang tampaknya akan terus menjadi bagian integral dalam sistem pendidikan sekarang dan nanti,” tutur Gorky dalam peluncuran buku barunya bertajuk: Pedagogik Transformatif Pembelajaran Daring – Menyiasati Situasi Pandemi bertepatan dengan Dies Natalis Universitas Terbuka 4 September.

Maxiagogi merupakan upaya alternatif dan transformatif melengkapi pembelajaran daring agar pas dengan kondisi siswa. Memanfaatkan unsur seni, sains dan ketrampilan mengelola proses pembelajaran dengan memanfaatkan sumber belajar yang tersebar dan terkoneksi dengan bantuan teknologi tepat.   

“Semoga bisa membantu mengatasi permasalahan pendidikan Indonesia. Dan kita bisa kembali mempersiapkan masa depan anak Indonesia menjadi insan cerdas, berkarakter juga mandiri di era digital,” tutur Prof. Gorky. (GEV)

Parents Guidehttp://www.burhanabe.com
Info seputar parenting, mulai dari kehamilan, tumbuh kembang bayi dan anak, serta hubungan suami istri, ditujukan untuk pasangan muda.

Related Posts

Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

22,036FansLike
0FollowersFollow
4,105SubscribersSubscribe

Recent Stories