Chef Jeff: Fun Starts in The Kitchen!

Dulu, dapur identik sebagai urusan perempuan. Sekarang pun masih demikian. Namun belakangan banyak pria mulai tak segan mengepakkan sayap merambah dunia kuliner. Keluwesan para pria meracik bumbu, mengaduk ramuan resep hingga menyajikan kenikmatan makanan bukan lagi sesuatu yang janggal. Kerap kali pula kudapan olahan para pria tak kalah nikmat, bahkan bisa jadi melebihi cita rasa masakan kaum perempuan.

“Masakan Indonesia memang didominasi juru masak wanita. Dan tentu saja tidak ada yang memasak lebih baik dari ibumu sendiri,” begitu Jeff Keasberry yang lebih dikenal sebagi Chef Jeff memulai percakapan dengan gaya bicara renyah sebagaimana dalam keseharian. Ramah, humoris, senang berbagi, membuat betah siapapun yang berdiskusi atau sekadar ngobrol santai, apalagi sambil menikmati masakannya.   

Tetesan darah Indonesia yang mengalir di tubuh Jeff Keasberry dari garis ibu yang juga peranakan Indo Belanda membuatnya akrab dengan selera Nusantara. Tidak sekadar menikmati tapi juga mahir mengolah aneka resep Indonesia warisan Oma meski belum pernah menetap di Indonesia.

Lahir, tumbuh dan berkembang di negeri Belanda sebagai cucu dari pemilik Indonesian Restaurant di Amsterdam menumbuhkan kecintaan dengan segala resep masakan dengan beragam bumbu khas Indonesia meskipun kadang terasa ‘unik’ di lidah orang asing. 

Jeff yang juga penulis buku terkenal Cooking with Keasberry ini terbiasa di kelilingi para penyuka masakan dan sejak masa muda setiap hari berkegiatan di seputar restoran milik Oma. Kedua orang tua juga gemar memasak, bahkan ibunya pemasak profesional di restoran tersebut, sedangkan ayahnya juga gemar memasak sebagai koki rumahan spesialis masakan Eropa. Jeff sendiri mengambil pendidikan formal di Sekolah Management Perhotelan dengan spesialisasi masakan Prancis dasar. 

Menurut Jeff, soal dapur Indonesia ada kesamaan dengan budaya masak-memasak di Italia. Perempuan dan kaum ibu adalah penguasa dapur, namun para pemudanya juga selalu bersemangat dalam urusan mengolah makanan termasuk menyantapnya. 

“Belum pernah saya bertemu pria Italia yang tidak bisa masak. Jadi bila pria tertarik dalam urusan dapur itu sudah biasa,” tutur Jeff yang sejak beberapa tahun silam memutuskan pindah dari Negeri Kincir Angin ke Amerika.  

Keputusan pindah dan menetap di Amerika sudah merupakan impian sejak lama dan di sinilah cikal bakal Jeff semakin menggeluti kuliner secara profesional berikut niat murni melestarikan warisan resep nusantara dari leluhurnya hingga terkenal seperti sekarang. 

“Di Amerika saya sering rindu keluarga. Terutama masakan Ibu. Jadi sebagai pengobat kangen, semakin sering memasak aneka resep Oma dan Ibu yang memang dekat dalam keseharian saya sejak dulu. Aroma bumbu begitu sedap tidak saja membangkitkan selera makan, termasuk memicu kenangan indah tentang keluarga yang masih menetap di Belanda,” urai Jeff.  

Semakin populer sebagai Chef Jeff di Amerika, dia juga menyadari betapa sedikitnya orang mengenal selera Nusantara yang otentik. Bukan saja di kalangan warga Amerika, bahkan generasi muda keturunan Indonesia yang lahir dan besar di sana juga tidak terlalu kenal, apalagi cara mengolahnya. Teringat lagi nasi goreng buatan ayahnya sangat menggugah selera meski olahan sederhana. Semua itu membuat Jeff semakin berhasrat melestarikan warisan Nusantara berbekal beragam buku resep peninggalan Oma. 

Jeff mulai khusus mendalami lagi lewat berbagai sumber agar bisa terus mengembangkan resep masakan Indonesia ala Oma Keasberry. Lalu serius menyusun buku agar apa yang selama ini sudah dirintis soal masakan ala keluarga Indo lebih mudah diakses. Berharap dari bukunya akan membantu orang terhubung langsung dengan kuliner resep keluarga Keasberry yang beraroma kental Indonesia. 

Benar saja, Cooking With Keasberry mendapat sambutan baik lewat ungkapan terima kasih para pembaca sebab disajikan komplet tidak semata perihal masakan, tapi juga berikut tradisi serta budaya hingga memperkaya buku ini sekaligus melestarikan aneka resep peninggalan Oma.

Adalah tantangan bagi Jeff dalam mengolah resep lokal agar tetap otentik tapi di luar negeri asal sajian tersebut. Pasti ada kendala seperti tidak tersedianya bahan olahan sebagaimana tertulis di resep. Justru di sinilah seninya dan selalu terinspirasi dari perkataan Ibu. 

“Ibu selalu mengajari, bagian dari seni memasak itu adalah membuat sesuatu dari ketiadaan. Terkadang tidak semua bahan tersedia dan itulah saat di mana kita harus berimprovisasi bahkan berani bereksperimen dengan bahan dan rasa. Karena dengan cara itulah hal-hal baru diciptakan,” ungkap Chef Jeff menutup pembicaraan. 

Pasti mau kan turut merasakan sensasi kenikmatan Cooking With Keasberry? Cobain yuk sambil intip-intip link di bawah ya…(IS)

  1. https://www.facebook.com/cookingwithkeasberry
  2. https://www.facebook.com/groups/indodutchcookbook
  3. https://www.instagram.com/jeffkeasberry/
Parents Guidehttp://www.burhanabe.com
Info seputar parenting, mulai dari kehamilan, tumbuh kembang bayi dan anak, serta hubungan suami istri, ditujukan untuk pasangan muda.

Related Posts

Comments

Stay Connected

22,036FansLike
3,113FollowersFollow
4,105SubscribersSubscribe

Recent Stories