9 Jurus Membentuk Kebiasan Makan yang Sehat Bagi Si Kecil

Sudah rahasia umum bahwa anak kecil malas makan dan sukanya jajan. Terutama yang manis-manis. Bila tidak disikapi dengan strategi sejak dini maka kebiasaan tersebut akan membentuk anka yang makannya susah atau picky eater.

Selain itu, dengan mengkonsumsi makanan berkadar gula tinggi, anak jadi kehilangan selera makan dan tidak tertarik mencoba makanan lain, sementara tubuhnya yang sedang bertumbuh pesat membutuhkan asupan nutrisi dari berbagai sumber seperti buah, sayuran, gandum, karbohidrat dan protein yang seharusnya bisa dipenuhi dengan pola makan rutin tiga kali sehari: Sarapan, makan siang dan makan malam.

Baca juga: Seri BABY MILESTONES: Usia 6 Bulan – Mengenal 5 Buah-Buahan Terbaik untuk Si Kecil

Berikut beberapa tips dari ahli nutrisi yang berhasil disadur oleh PG dari situs kesehatan medicinenet.com bagi Moms and Pops agar mudah mengajak si kecil tidak rewel ketika waktunya makan menjadi individu dengan pola makan atau diet yang sehat, sebuah kebiasaan yang sebaiknya dipupuk sejak dini:

  1. Hindari seteru dengan anak ketika disuruh makan.

Menurut Jody Johnston Pawel, LSW, CFLE, penulis buku The Parent’s Toolshop, sebaiknya jangan bersikap otoriter seperti “Menurutlah kepada orang tua!”, karena walau di awal-awal efektif, tetapi akan lebih baik bila si kecil diajak memahami juga alasan mengapa ia harus mementingkan sarapan, makan siang dan makan malam.

  1. Ajak si kecil berpartisipasi.

Belikan si kecil pijakan agar tingginya agar dapat kita tugaskan membantu hal-hal kecil dan aman di dapur ketika menyiapkan sarapan atau makan malam. Sal Severe, PhD, penulis bukuHow to Behave So Your Children Will, Too, dengan membantu menyiapkan makanan, maka si kecil akan terpancing untuk mengetahui bagaimana rasa makanan yang telah ia bantu buat tersebut. Waktu menunggu makanan selesai dimasak juga bisa memicu rasa tidak sabarnya untuk segera makan selain juga mengalihkan perhatiannya dari beragam jajanan di luar sana.

Foto oleh Monstera dari Pexels
  1. Jangan melabeli anak yang susah makan.

Menurut penelitian, anak balita memang kebanyakan adalah picky eaters alias banyak tidak sukanya dengan makanan yang disajikan dan tidak jarang menolak untuk mencoba. Maunya makanan yang itu-itu saja. Sebagaimana balita gemar menonton tayangan yang sama berulang-ulang tanpa bosan, demikian juga mereka senang dengan makanan yang mereka sudah kenal. Selama dijaga proporsinya agak kandungan nutrisi yang dikonsumsi tetap seimbang maka tidak masalah bila si kecil hanya sedikit variasi makanannya, demikian menurut Elizabeth Ward, MS, RD. yang menggarisbawahi bahwa kita jangan melabeli anak sebagai “makannya rewel” tetapi yang lebih positif seperti “variasi makanannya terbatas”. Pada gilirannya akan ada waktu-waktu di mana anak selera makannya meningkat yang dapat dilihat dari eskalasi porsi makanan yang lebih banyak dari biasanya. Saat itulah yang terbaik kita memperkenalkan si kecil kepada berbagai jenis makanan yang belum pernah atau jarang ia coba sebelumnya.

  1. Gigihlah memperkenalkan makanan baru.

Menurut Elizabeth Ward juga, seorang anak perlu sampai 10 atau 15 kali ditawarkan makanan yang baru sebelum akhirnya mau mencoba. Sayangnya banyak orang tua yang akan menyerah sebelumnya. Tetapi jangan berlebihan juga, batasi memperkenalkan makanan baru hanya satu atau dua jenis setiap minggunya.

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,450FollowersFollow

Recent Stories