Berkain, Nostalgia Sekaligus Menambah Wawasan di Kota Tua

Pernah mengukur seberapa lama kita menggunakan gawai dalam satu hari? Sejatinya, anak-anak maksimal menggunakan gawai 2 jam dalam sehari. Sementara remaja, maksimal 4 jam dalam sehari. Namun kenyataanya, dengan semakin berkembangnya kebiasaan bermain game, media sosial atau bahkan media pembelajaran yang beralih menjadi daring, penggunaan gawai sudah sulit untuk dikontrol.

Berangkat dari situasi ini, Indonesia Tourism Information Center (ITIC) berinisiatif untuk memberikan alternatif kegiatan agar kita bisa lepas sejenak dari “candu” gawai melalui kegiatan yang dinamakan BerKain atau “Berkumpul dan Bermain”. Ibu Etty Tejalaksana selaku perwakilan panitia Berkain menjelaskan bahwa kegiatan Berkain merupakan kombinasi aktifitas fisik dan interaksi sosial yang bermuatan edukasi serta budaya. Selain itu juga bertujuan menumbuhkan minat warga untuk kembali menggunakan transportasi publik untuk kegiatan sehari-hari atau berwisata.

BERKumpul dan bermAIN

Kegiatan Berkain perdana dilakukan dengan harapan akan menjadi kegiatan rutin yang akan dilaksanakan. Kedepan, bukan hanya di satu titik, tapi akan diadakan di beberapa titik secara bersamaan. Taman Fatahillah dan Mula Kota Tua Jakarta sebagai pembuka kegiatan Berkain pada Sabtu dan Minggu tanggal 18-19 Juni 2022. Tanggal 18 Juni diisi dengan kegiatan talkshow bersama Radio Sonora, sementara acara untuk umum berlangsung di tanggal 19 Juni.

Pembukaan dengan menari bersama

Baca juga : Atasi kecanduan anak akan gadget

Acara dimulai pukul 08.00 pagi dengan menari bersama menggunakan kain tradisional Indonesia atau sarung. Ratusan ibu-ibu berkebaya putih menyemarakan kegiatan ini. Masih di area Taman Fatahillah, disediakan pula berbagai kegiatan mainan tradisional. Untuk dewasa tentunya ini menjadi nostalgia, sementara untuk anak-anak bisa menjadi alternatif mainan baru dibanding harus melulu berkutat dengan gawai. Ada bakiak, lompat tali, engrang, congklak dan masih banyak lainnya. Pengunjung juga akan diberikan kitiran secara cuma-cuma. Mainan dari bambu dan plastik mika menyerupai baling-baling yang mengeluarkan suara jika digerakan.

Ada banyak mainan tradisional untuk dimainkan

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,450FollowersFollow

Recent Stories