Home Blog

Kolom GWTT: Pola Hidup Sehat Bagi Pekerja Kantoran yang Jarang Olahraga

0

Moms and Pop, ParentsGuide dan GorryWell, sebuah wellness superapp menghadirkan kolom GorryWell’s Tea Time, sebuah rubrik khusus yang membahas berbagai isu seputar gaya hidup sehat, nutrisi, olahraga, mindfulness, kesehatan mental, dan lain-lain. Pembaca diajak untuk turut mengajukan pertanyaan.

Pertanyaan: 

Apa pola hidup sehat yang baik untuk pekerja kantoran yang jarang gerak dan olahraga? 

Jawaban oleh Coach Yasinfit

Pola hidup sehat sangat dianjurkan bagi siapa saja. Tidak terkecuali mereka yang sehari-harinya berprofesi sebagai pekerja kantoran. Apakah bekerja di sektor pemerintah maupun swasta, semuanya menginginkan karir yang terbaik. Agar dapat dicapai maka jalan satu-satunya adalah harus tetap sehat sepanjang waktu, bukan?

Antara mengejar karir dengan menjaga kesehatan merupakan dua hal penting yang harus seimbang. Bekerja sebagai pegawai atau karyawan menuntut stamina yang baik. Melakukan pekerjaan disetiap waktu, dengan beban pekerjaan yang kadang kala sangat berat, harus diikuti dengan menjaga asupan makanan dan kebiasaan hidup yang sehat.

Disini saya akan membahas bagian menjaga aktivitas fisik agar stamina bisa tetap terjaga dengan baik. Kegiatan yang satu ini harus rutin kita lakukan. Sebagai pekerja kantoran, yang sehari-harinya banyak duduk, diam bekerja sebagai staf atau pun atasan, sudah pasti menyita banyak waktu. Tubuh kita menjadi kurang bergerak. Akhirnya lemak dan berbagai macam racun dalam tubuh mengendap menjadi penyakit.

Pertama “Luangkan waktu” jangan menunggu ada waktu luang. Kedua “Mulai bergerak”, cobalah untuk menggerakan badan, dengan rutin melakukan peregangan di meja kerja, di ruang rapat sebelum atau sesudah rapat bersama. Pilih naik/turun tangga daripada menggunakan lift di waktu kamu tidak terburu –  buru mengerjakan pekerjaan. Bisa juga agendakan senam bersama teman – teman, melakukan aktivitas  jogging ataupun sekedar olahraga ringan di kantor. Orang yang selalu berolahraga akan memiliki pergerakan yang lebih lincah, ringan dan lebih sehat. Beruntung bagi karyawan yang dimana kantor atau instansinya memberikan fasilitas berolahraga misalnya membership di pusat kebugaran (gym) atau membuatkan agenda olahraga bersama secara rutin misalnya senam bersama di kantor. 

Sebaliknya yang kurang berolahraga, sering sakit – sakitan, kurang bersemangat, lamban dalam bergerak serta memiliki pikiran – pikiran yang kurang sehat. Oleh karena itu sebagai pekerja kantoran, demi mendukung aktifitas kita di kantor, maka perlu melakukan olahraga secara rutin. Fungsi lain dari olahraga adalah kamu bisa terhindar dari stres dan berbagai penyakit kronis.

Menjaga tubuh untuk tetap sehat harus dimulai dari pola hidup yang juga sehat. Hal ini tidak dapat diraih dalam waktu singkat, kamu harus melakukannya dengan teratur dan menjadikannya sebagai gaya hidup (lifestyle). Semoga berhasil, ya, semangat!

Coach Yasinfit

Bila kamu ingin dipandu dan dibantu dengan program yang sesuai tubuhmu. Kamu bisa mendapatkan bantuan dengan mengunduh aplikasi Gorry Well, temukan para ahlinya, ahli Gizi sampai Personal Trainer yang bisa membantu dalam menerapkan pola hidup sehat dan bugar.

Moms dan Pops juga dapat menyampaikan pertanyaan lainnya di link ini.

Semoga bermanfaat. Salam Sehat. Salam Olahraga.

Foto utama dari Brust

Moms dan Pops, Ada BTN Dash Aquatic Challenge, Yuks Ajak Keluarga Lomba Renang-Lari di Aquatic Stadium GBK

0

Targetkan 500 Peserta Keluarga dan Komunitas, Ajang Ini Pertandingkan Nomor-Nomor; Aquathlon, Swim Challenge dan Mini Water Polo

Mengawali tahun dan memenuhi permintaan khalayak yang tinggi, Dash Sports, hub olahraga digital pertama di Indonesia yang memungkinkan untuk menghubungkan antara pegiat dan penggemar olahraga dengan klub, acara, dan komunitas olahraga kembali berkolaborasi bersama Bank Tabungan Negara menggelar BTN Dash Aquatic Challenge 2023, ajang kompetisi olahraga air untuk keluarga dan komunitas.

Diinisiasi pada tahun 2020, kiprah Dash Sports yang dimulai dari komunitas lari dan kecintaan pada olahraga ini, telah mengembangkan dirinya menjadi platform digital yang menyediakan layanan seputar dunia olahraga.

Sejak merayakan kiprah tahun ke-2nya di tahun 2022 seiring dengan berakhirnya pandemi, Dash Sports berkembang dengan pengguna aplikasi yang makin loyal, penambahan fitur aplikasi serta gelaran event olahraga yang mendapat respons positif dari masyarakat.

Founder dan CEO Dash Sports, Alit Aryaguna menyampaikan, “Berangkat dari BTN Dash Aquatic Challenge yang kami gelar akhir tahun lalu, ajang olahraga dan hiburan yang dikemas seru dan fun ini berhasil meraih respons positif dan antusiasme tinggi dari masyarakat, maka kami gelar kembali ajang ini di awal tahun 2023. Lomba istimewa ini berkolaborasi lagi dengan Bank Tabungan Negara serta sejumlah komunitas olahraga, untuk mengkampanyekan olahraga air dan manfaat kebugaran serta mendorong partisipasi keluarga di seluruh komunitas yang beragam untuk berkompetisi. Tidak kurang dari 500 peserta keluarga ditargetkan untuk turut meramaikan ajang BTN Dash Aquatic Challenge ini yang terdiri dari: Aquathlon, Swim Challenge dan lomba Mini Water Polo memperebutkan hadiah berupa uang tunai dari BTN dan asuransi proteksi satu tahun dari IFG Life berupa manfaat perjalanan, kecelakaan hingga cedera olahraga.”

Lebih jauh Alit memaparkan bahwa BTN Dash Aquatic Challenge dihelat pada hari Minggu, 12 Februari 2023 di Aquatic Stadium atau Stadion Renang Gelora Bung Karno di Senayan Jakarta.

Head of Marketing & Communication Div. BTN, Ramon Armando (Kanan kedua) bersama dgn founder & CEO Dash Sports, Alit Aryaguna (Kiri kedua), Sport Coordinator Dash Sports, Yori Hehanussa serta Chief Strategic Officer Dash Sports, Imam Sulisto saat Press Conference BTN Dash Aquatic Challenge 2023, di Jakarta hari ini.



Sementara itu, Head of Marketing & Communication Division BTN, Ramon Armando menuturkan, “Sebuah kolaborasi yang seru dan menyenangkan. BTN sekali lagi turut serta dalam gelaran BTN Dash Aquatic Challenge yang merupakan rangkaian acara dari BTN Sport Fest 2023. Kompetisi yang digelar kompetitif dan terbuka untuk semua umur, sekaligus fun dan tentunya cocok dengan gaya hidup sehat kaum urban. Ayo keluarga sehat di Jabodatabek, ikutan Dash Aqua Challenge! Segera daftar ya.”

Sports Coordinator Dash Sports, Yori Hehanussa menjelaskan bahwa BTN Dash Aquatic Challenge memperlombakan 3 kompetisi yaitu Aquathlon, Swim Challenge dan Turnamen Mini Water Polo. Aquathlon kali ini menghadirkan kompetisi olahraga yang seru mengkombinasikan tantangan renang dan lari dan terbuka untuk 3 kategori umur. Kategori tersebut adalah Kategori Junior: 12-16 tahun, Umum: 17-39 tahun, Master: 40 tahun keatas. Pertandingannya berformat lari-renang-lari dimana peserta akan berlari sejauh 2,5 kilometer di sekitar area GBK diikuti dengan renang sejauh 500 meter dan ditutup dengan lari kembali berjarak 2,5 kilometer hingga garis finish.

Untuk Swim Challenge kali ini lebih fokus pada prestasi, partisipan-nya adalah perenang dengan usia 15 tahun keatas. Nomor lomba yang akan dipertandingkan adalah 50 meter gaya kupu-kupu, 50 meter gaya punggung, 50 meter gaya dada, 50 meter gaya bebas.

Head of Marketing & Communication Div. BTN, Ramon Armando memberikan keterangan saat Press Conference BTN Dash Aquatic Challenge 2023, di Jakarta, 2 Februari 2023.



Sementara itu untuk Turnamen Mini Water Polo, akan diikuti lebih dari 10 team, dimana masing-masing team akan beranggotakan 7 pemain (4 pemain utama dan 3 pemain cadangan). Tidak hanya jumlah pemain yg berbeda, ukuran area bermainnya juga akan berbeda dengan pertandingan Water Polo yang sesungguhnya. Pada turnamen kali ini pesertanya adalah pemain polo air berusia 15 tahun dan lebih muda, serta masing-masing team harus mempunyai 2 pemain wanita didalam-nya.

Chief Strategic Officer Dash Sports, Imam Sulisto memaparkan, “Registrasi untuk peserta sudah dibuka sejak awal Januari 2023 dan masih dibuka melalui aplikasi Dash Sports hingga 6 Februari 2023. Biaya pendaftaran untuk Aquathlon adalah Rp400,000 per orang, sementara untuk Swim Challenge adalah Rp300,000 per peserta. Peserta yang sudah berhasil mendaftar dan menyelesaikan pembayaran melalui aplikasi Dash Sports dipersilahkan untuk mengambil race pack (RPC) di Menara BTN Jakarta Pusat pada hari Sabtu, 11 Februari 2023 mulai pukul 10:00 hingga 22:00 WIB. Good luck and happy race buat semua peserta!”

Ajang BTN Dash Aquatic Challenge didukung penuh oleh Bank Tabungan Negara, IFG Life dan Herbalife Nutrition.

Manfaat Bermain Pasir Kala Anak Liburan di Pantai 

Moms dan Pops, mengajak anak untuk berlibur di pantai pastinya akan sangat menyenangkan, bukan? 

Tak hanya sebagai healing dari kepadatan kota dan kegiatan sehari-hari, dengan berlibur di pantai juga dapat menjadi ajang quality time antara anak dengan orang tuanya. Lebih dari momen liburan, anak juga dapat memetik pelajaran dan pengalam baru ketika bermain di pantai. 

Salah satunya adalah dengan bermain pasir. Tak hanya bersentuhan dengan alam, kreativitas anak pun akan terpacu ketika bermain pasir. Moms dan Pops juga dapat menyediakan alat untuk bermain pasir. Biasanya, peralatan tersebut terdiri dari sekop pasir dan berbagai cetakan lucu yang dapat membantu kreativitas anak. 

Alih-alih hanya memantau anak bermain, lebih baik Moms dan Pops turut serta dalam aktivitas tersebut. Hal ini baik untuk kedekatan antara anak dan orang tuanya, serta Moms dan Pops juga dapat menjelaskan berbagai hal tentang pasir, seperti karakteristiknya. 

Tak hanya asyik, bermain pasir juga memiliki berbagai manfaat lainnya, lho! 

Lantas, apa saja sih manfaat bermain pasir untuk anak? 

Baca juga Dorong Edukasi dan Konseling: 4 dari 100 Anak Usia Dini Pernah Mendapatkan Pengasuhan Tidak Layak di Indonesia

  1. Meningkatkan Kecerdasan Naturalis

Moms dan Pops, dengan bermain pasir, anak dapat lebih mengenal lingkungan alam yang diharapkan dapat menimbulkan rasa ingin tahu untuk mengeksplorasi lingkungan alam yang lebih jauh, serta menghargai dan mencintai alam. Dengan begitu, pasir sebagai media bermain untuk anak usia dini dapat membantu meningkatkan kecerdasan naturalis pada anak. 

Dorong Edukasi dan Konseling: 4 dari 100 Anak Usia Dini Pernah Mendapatkan Pengasuhan Tidak Layak di Indonesia

0

Mendapatkan pola asuh yang baik merupakan hak anak. Dalam Konvensi Hak Anak (KHA), disebutkan bahwa setiap anak berhak untuk diasuh oleh orang tuanya sendiri dan ketika orang tua tidak dapat melaksanakan tanggung jawabnya maka tanggung jawab tersebut beralih sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dengan tetap mengacu pada kepentingan terbaik bagi anak.

Maka dari itu, penting dalam menerapkan pengasuhan berbasis hak anak dalam mendidik, merawat, dan memberikan perlidungan yang baik terhadap anak. Pengasuhan berbasis hak anak merupakan upaya berbasis hak anak untuk memenuhi kebutuhan akan kasih sayang, kelekatan, keselamatan, dan kesejahteraan yang menetap dan keberlanjutan demi kepentigan terbaik bagi anak. Hak setiap anak adalah tanggung jawab bagi negara, keluarga, dan orang tua, hak dari setiap anak harus terpenuhi.

Baca juga: Sinergi Cegah Stunting dengan Penuhi Nutrisi Berkualitas Anak Secara Tepat

Namun fakta masih banyak para orang tua melakukan pengabaian pengasuhan terhadap hak anak, antara lain kasus demi konten anak-anak tiba-tiba memberhentikan truk bermuatan pasir yang melintas, kasus ada Ibu yang mengunggah cuplikan video anaknya naik jetski tanpa menggunakan jaket pelampung dan hanya digendong dengan satu tangan oleh ayahnya yang juga mengendarai jetski, termasuk kasus penculikan seorang anak perempuan berumur 9 tahun yang diculik sejak awal Desember 2022 lalu di Jakarta Pusat.

Di Indonesia, 4 dari 100 anak usia dini pernah mendapatkan pengasuhan tidak layak (Profil Anak Usia Dini, 2021). persentase anak usia dini yang pernah mendapatkan pengasuhan tidak layak yaitu sekitar 3,73 persen di tahun 2018 dan menurun menjadi 3,64 persen di tahun 2020. Dalam Indeks Perlindungan Anak, Indonesia memiliki target 2024 sebesar 3,47 persen.

Sebagai upaya percepatan penurunan persentase balita dengan pengasuhan tidak layak di Indonesia, maka diperlukan suatu strategi khusus. Pemerintah dalam RPJMN telah menetapkan indikator presentase Balita dengan Pengasuhan Tidak Layak dan juga telah ditetapkan dalam Renstra kemen PPPA serta tertuang dalam arahan prioritas Presiden dalam Peran Ibu dan Keluarga dalam Pendidikan dan Pengasuhan Anak.

Plt. Deputi Pemenuhan Hak Anak, Rini Handayani menyampaikan bahwa KemenPPPA merupakan leading sector pengasuhan berbasis hak anak dalam pencegahan dengan meningkatkan kualitas hidup anak agar terjaga dalam kelekatan dan menjaga keterpisahan dengan orang tua.



KemenPPPA memiliki penguatan layanan 257 Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) yang melakukan edukasi dan kosultasi konseling pengasuhan ke keluarga yang dilakukan oleh konselor dan psikolog, juga melalui penguatan Forum Anak 2-Pelopor dan Pelapor (2P) dengan mengedukasi teman sebaya, serta melalui peran serta masyarakat dalam Rumah Ibadah Ramah Anak, di mana Tempat Ibadah juga dapat melakukan fungsi pengasuhan untuk penguatan bagi orang tua di keluarga.

Harapannya ke depan seluruh sektor terkait dan pelibatan lembaga masyarakat melakukan pengembangan dan penguatan kualitas pemenuhan hak anak untuk wujudkan perubahan perilaku orangtua dalam melakukan pengasuhan positif tanpa kekerasan sekaligus untuk memperkuat ketahanan keluarga, juga untuk mendukung pencegahan anak dari kekerasan dan penelantaran.

KemenPPPA dalam pengembangan otonomi daerah terkait pengasuhan berbasis hak anak juga teringerasi dalam penyelenggaraan Kabupeten/Kota Layak Anak (KLA) mulai dari pemenuhan kepemilikan akta kelahiran dan kartu identitas anak (KIA) bagi seluruh anak, hak partisipasi anak, pemenuhan hak pengasuhan anak, hak kesehatan, hak Pendidikan, dan hingga memastikan pemberian layanan bagi anak-anak yang memerlukan perlindungan khusus (ada 15 kategori anak yang memerlukan perlindungan khusus).

Baca juga: Converse Perkenalkan Komunitas All Star, Siap Jalani Petualangan Kreatif Seru Sepanjang 2023

“Anak-anak yang kita cintai ini berada dalam 91,2 juta keluarga Indonesia, mari bersama kita para orang tua seluruh Indonesia untuk menjaga, mengawasi anak-anak kita dan pastikan tumbuh dan berkembang baik fisik, spritual, mental yang baik dalam Keluarga yang yang harmonis, penuh cinta kasih, sehingga anak-anak kita mempunyai resiliensi yang tangguh, adaptif dan kreatif agar wujudkam Generasi Emas Berkualitas sehingga ketahanan bangsa semakin kuat,” tutup Rini.

Foto utama oleh Anna Vi dari Unsplash

Sinergi Cegah Stunting dengan Penuhi Nutrisi Berkualitas Anak Secara Tepat

0

Momentum Hari Gizi Nasional yang diperingati pada 25 Januari setiap tahun menekankan kembali tugas-tugas yang perlu dilakukan bersama secara nasional, salah satunya penanganan masalah stunting (tengkes) pada anak. Stunting masih menjadi masalah bagi bayi dan anak Indonesia.

Kondisi tersebut harus segera dituntaskan karena menghambat momentum generasi emas Indonesia 2045. Presiden RI Joko Widodo juga meminta setiap kepala daerah agar bisa menekan angka stunting di daerah masing-masing, demi menuju Indonesia ZeroStunting pada 2030. Pemerintah menargetkan prevalensi stunting di tahun 2024 sebesar 14 persen. Adapun angka stunting di tahun 2021 sebesar 24,4 persen, sehingga untuk mencapai target tersebut diperlukan penurunan 2,7 persen setiap tahun.

Prof. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Ph.D, Sp.A(K), Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Ketua Satgas Stunting Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengaku optimis Indonesia mampu mencapai target selama konsisten menjalankan konsep yang terbukti secara ilmiah (scientifically proven).

“Hasil penelitian membuktikan zat makanan terpenting untuk mencegah stunting adalah protein. Kunci menurunkan stunting adalah mengonsumsi asam amino esensial lengkap dan cukup yang bersumber dari protein hewani. Penelitian lebih jauh mengungkap bahwa pangan sumber protein hewani mengandung asam amino esensial yang lengkap dan bisa didapatkan dari susu, telur, ikan, ayam dan lainnya,” ungkap Prof. Damayanti.

Tidak semua balita pendek itu diklasifikasikan sebagai stunting, melainkan hanya yang mengalami kekurangan gizi berulang atau kronis. Banyak hal akan dialami anak jika mengalami kekurangan gizi terus menerus, dimulai dari anak mengalami kenaikan berat badan yang tidak adekuat (memadai) atau dikenal dengan weight faltering.

Contohnya pada bayi berusia 0-3 bulan mengalami kenaikan berat badan kurang 750 gram/bulan, jika tidak dilakukan intervensi segera, lama-kelamaan berat badannya akan berkurang atau underweight, yang berakibat penurunan imunitas, mudah terinfeksi penyakit, dan akhirnya mengalami gizi kurang dan gizi buruk, sehingga mempengaruhi pembentukan hormon pertumbuhan. Ketika hormon pertumbuhan berkurang, penambahan tinggi badan juga terhambat. Jika tidak segera diatasi, maka akan sampai pada titik -2 (minus dua) standar deviasi (SD) atau yang kita sebut dengan stunting.

“Ada dua hal yang bisa menyebabkan anak kekurangan gizi. Pertama, asupan tidak memadai, dan ini bisa terjadi karena kemiskinan, penelantaran atau ketidaktahuan. Kedua, misalnya anak sering sakit, sehingga memiliki gangguan makan, atau memang memiliki masalah bayi berat lahir rendah (BBLR), prematuritas, dan kelainan metabolisme bawaan yang harus ditangani dengan pemberian nutrisi khusus atau disebut pangan olahan untuk keperluan medis khusus (PKMK),” jelas Prof. Damayanti.

Baca juga: Waspada 4 Masalah Gizi Ini Berisiko Anak Jadi Stunting

Untuk mengenali anak stunting atau tidak, dokter anak lah yang mempunyai kompetensi keilmuan untuk menentukan. Hal ini perlu diidentifikasi sejak awal, agar bisa ditentukan tindakan tepat yang diperlukan anak. Ada sejumlah sebab lain yang bisa menyebabkan anak berperawakan pendek, mulai dari yang normal seperti familial short stature(berasal dari keluarga yang berperawakan pendek) dan late bloomer, maupun yang patologis, seperti kelainan genetika mulai dari skeletal dysplasia, mukopolisakaridosis, atau rakitis, yang tentu membutuhkan penanganan berbeda dengan stunting

“Masalah tinggi badan pada keadaan stunting sebenarnya hanya penanda atau marker dari masalah yang lebih besar. Hal yang paling ditakuti adalah pertumbuhan otak juga terhambat, sehingga kecerdasan menurun. Anak yang mengalami weight faltering pada usia kurang dari 2 bulan, bisa mengalami penurunan IQ sekitar 3-4 poin. Namun jika tidak segera diatasi, dampaknya akan lebih buruk. Penelitian mengungkap bahwa 65% anak yang pernah mengalami gizi kurang atau gizi buruk pada 1 tahun pertama kehidupan memiliki IQ di bawah 90. Jika kekurangan gizi terjadi dalam jangka panjang, maka penurunan IQ bisa mencapai 15-20 poin,” ungkap Prof. Damayanti.

Converse Perkenalkan Komunitas All Star, Siap Jalani Petualangan Kreatif Seru Sepanjang 2023

0
  • Mengawali tahun baru 2023 ini Converse menginisiasi komunitas All Star kelas terkininya dimana para anggota komunitasnya adalah pegiat dalam skena olahraga, seni, fesyen dan budaya untuk membentuk masa depan dan tampil dengan karya-karya yang mendobrak tradisi sekaligus mengkreasikan terobosan.
  • Converse Indonesia membawa All Star bergabung dalam sebuah perjalanan petualangan kreatif yang seru, keren dan penuh inspirasi di sepanjang tahun 2023 ini.

Converse menggagas Converse All Stars di tahun 2017 lalu untuk mendukung aktivitas kreatif anggotanya yang banyak berasal dari kelompok yang kurang terwakili. Converse lebih jauh mengambil peran untuk pendanaan dan pendampingan, untuk memperkuat portofolio, menghubungkan dan memajukan karir kreatif mereka.

Komunitas All Star yang berumur antara 18-24 tahun dan berasal dari berbagai tempat di seluruh dunia ini menjadi bagian dari jaringan global yang menghubungkan satu sama lain sekaligus jenama Converse lewat pengalaman-pengalaman aktifasi digital dan fisik.

Baca juga: Moms dan Pops, Futuristik Dengan Kenyamanan Teknologi CX, Converse Hadirkan Spring Collection 2023

Dengan mendanai proyek-proyek untuk komunitas dan mendukung melalui bimbingan dan pendampingan, Converse berupaya memecahkan hambatan dengan menciptakan lebih banyak akses ke peluang di bidang kreatif sekaligus mempercepat dampak positif individu dari anggota komunitas All Star ini.

Lewat kiprah dan aktivitasnya, komunitas All Star bukan saja menjadi validator sejati jenama dan produk, namun juga memberikan Converse kesempatan untuk menyampaikan ragam narasi otentik seingga konsumen merasakan keterhubungan kuat dengan Converse.

Mengapa menggagas ini semua? Converse mengusung sebuah gagasan jitu bahwa ratusan tindakan kecil bakal menghasilkan kemajuan besar. Itu sebabnya kami mengambil pendekatan akar rumput untuk Create Next bersama komunitas kami. Hubungan antara Converse dan All Stars bersifat simbiosis–Converse memperkuat aksi kreatif individu All Stars sekaligus menjaga merek tetap terhubung dengan generasi kreator berikutnya.

Pelaminan Bukan Solusi!

0

Studi Kualitatif Save The Children Indonesia Temukan Dalam Setahun 1 Sampai 2 Anak Dinikahkan Setiap Hari di NTB

Kecenderungan adanya peningkatan jumlah kejadian (prevalansi) perkawinan anak di Provinsi Nusa Tenggara Barat terus meningkat. Data dispensasi perkawinan Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTB tahun 2019 terdapat sebanyak 311 permohonan dan di tahun 2020 sebanyak 803 permohonan.

Terdapat kenaikan 492 permohonan dispensasi perkawinan. Data di atas menunjukkan rata-rata, ada tambahan satu atau dua orang anak yang dinikahkan setiap hari, dalam kurun waktu dua belas bulan di tingkat provinsi. Angka ini pun belum termasuk praktik pernikahan yang diselenggarakan oleh penghulu kampung yang tidak terdata dengan baik.

Penelitian kualitatif Save the Children Indonesia mengenai perkawinan anak, pernikahan dini dan kawin paksa (PAPDKP) dilakukan di 4 kabupaten yaitu Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah. Sebanyak 38% dari 492 permohonan dispensasi perkawinan merupakan kompilasi data dari tiga kabupaten yaitu Lombok Utara, Lombok Tengah and Lombok Timur, dengan angka tertinggi berada di Lombok Tengah.

Baca juga: Waspada, 4 Masalah Gizi ini Berisiko Anak jadi Stunting

“Pemaksaan perkawinan anak adalah salah satu bentuk kekerasan dan pelanggaran hak anak. Kasus perkawinan anak di Provinsi NTB ibarat ‘gunung es’ di mana data yang nampak di permukaan didasarkan pada permohonan dispensasi kawin, sedangkan data nikah siri dan perkawinan di bawah tangan tidak ditemukan,” tegas Troy Pantouw / Chief Advocacy, Campaign, Communication & Media / Save the Children Indonesia

Troy juga menjabarkan perkawinan anak sangat berdampak negatif bagi tumbuh kembang anak seperti Pendidikan, kesehatan, ekonomi yang tentunya akan berujung pada munculnya kemiskinan baru atau kemiskinan struktural.

Tak hanya itu, kasus kekerasan dalam rumah tangga juga marak terjadi pada pasangan muda atau pasangan yang menikah diusia anak, dan tak sedikit dampak terburuk dalam berbagai kasus adalah meninggal dunia.

Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat juga mencatat bahwa angka putus sekolah murid SMA/SMK per November 2021 telah mencapai 2.313 orang. Penyebab utama adalah perkawinan anak dan bekerja membantu ekonomi keluarga.

Temuan kunci Studi Kualitatif Save the Children Indonesia juga menjabarkan secara detail terkait norma sosial yang diskrimatif, adat Merarik Sasak yang Patriarki, praktik pembiaran dari orang dewasa, Interpretasi Keyakinan yang subyektif, kurangnya komunikasi positif antara orang tua dan anak terkait cara bergaul dan berperilaku sampai dengan ketidaksetaraan gender dan ketimpangan dalam gender terutama pada anak perempuan dan perempuan.

Sementara dari sisi hukum dan kebijakan, Berbagai terobosan sudah banyak dilakukan oleh Pemerintah NTB dan para mitra pembangunan, termasuk penganggaran untuk penghapusan tindak kekerasan dan Perkawinan Anak. Salah satu payung hukum adalah Peraturan Daerah Provinsi NTB Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pencegahan Perkawinan Anak.

Namun kebijakan dan aturan di tingkat provinsi saja tidak cukup untuk menjawab persoalan perkawinan anak, perlu ada upaya terintegrasi bersama para tokoh adat dan tokoh agama serta adanya pendampingan dan pemberian solusi terutama pada anak-anak yang berhasil dilakukan pembelasan (upaya untuk pemisahan/menggagalkan perkawinan anak).

“Terkait perkawinan anak ini, Pemerintah juga belum memberikan solusi konkrit artinya masih setengah-setengah seperti ketika anak berhasil pembelasan bagaimana pendampingan setelah itu, karena harus terus didampingi khususnya terkait ekonomi. Ketika orang tua susah pasti akan mencari jalan pintas, sehingga semua pihak harus terlibat mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pengadilan agama, desa dan semua pihak” tutur Perwakilan orang tua anak yang menjadi responden penelitian di Lombok Timur

Rekomendasi penelitian kualitatif secara nasional adalah fokus pada perlu disediakan panduan yang mengatur tentang pemberian rekomendasi dispensasi kawin yang menjadi acuan bersama, meningkatkan alokasi anggaran untuk membangun ketahanan anak, perempuan dan keluarga termasuk penguatan ekonomi keluarga dalam rangka pencegahan perkawinan anak.

Baca juga: KemenPPPA: Perkawinan Anak di Indonesia Sudah Mengkhawatirkan

Mengembangkan program yang berfokus pada penguatan kapasitas anak untuk mengetahui dampak perkawinan anak dan mampu menjadi agen perubahan, menciptakan lingkungan yang mendukung pencegahan perkawinan anak serta memastikan adanya akses dan perluasan layanan termasuk pendampingan bagi anak yang menjadi korban perkawinan anak.

Tak hanya itu, Peneliti muda yang terdiri dari perwakilan anak juga menyampaikan rekomendasi penting untuk segera ditindaklanjuti diantaranya program dialog dan edukasi lintas generasi, perbanyak pesan media dan edukasi pencegahan perkawinan anak serta mempromosikan kesetaraan gender melalui jurnalisme warga / anak dengan memanfaatkan media sosial atau saluran TV lokal, memperkuat kegiatan forum anak, mengembangkan sistem LAPOR bagi kasus-kasus pelanggaran hak anak, serta melibatkan partisipasi anak dan kelompok disabilitas dan perempuan dalam perencanaan pembangunan.

Foto utama oleh Rajesh Rajput dari Unsplash

Khaiyyara, Hotel Homey di Pusat Jimbaran Dengan Interior yang Menawan

0

Ingin mencari hotel di Bali namun bosan dengan suasana hiruk pikuk Seminyak, Kuta dan Legian. Dan juga merasa terlalu jauh untuk menuju ke Ubud? Coba bergerak sedikit kea rah Uluwatu. Di daerah Jimbaran juga banyak loh hotel-hotel yang menawarkan ketenangan. Selain itu juga banyak destinasi wisata untuk dikunjungi.

Khaiyyara Jimbaran

Khaiyyara hotel bisa menjadi pilihan bagi yang menginginkan ketenangan di area hotel. Apa pasal? Banyak tamu di sini adalah wisatawan mancanegara yang long stay di Bali. Dan rata-rata dari mereka adalah pekerja yang menerapkan sistem Work Form Everywhere (WFE). Sehingga seringnya, siang hari mereka keluar mencari café, bekerja di area restaurant di Khaiyyara atau pun berdiam di dalam kamar untuk bekerja.

Konsep Beach Hut

Khaiyyara hotel mengusung konsep bohemian dan unsur beach hut. Tak heran banyak menggunakan ornamen Jerami sebagai atap di tiap balkon kamar. Bangunannya didominasi warna putih serta cokelat muda. Warna terangnya membuat hotel ini terlihat bersih dan selalu menyenangkan.

Lobby

Terkesan simple namun hangat. Hanya ada meja resepsionis, lalu di sebelahnya ada beberapa sofa untuk menunggu proses administrasi saat check in atau check out. Sambil menunggu, staff hotel yang ramah juga akan menawarkan welcome drink yang sangat menyegarkan di tengah terik matahari Bali.

Restaurant

Area restaurant tidak terlalu besar, terbagi menjadi area indoor dan outdoor. Bagian outdoornya langsung bersisian dengan kolam renang. Restaurant di Khaiyyara melayani makan pagi dengan konsep buffet untuk menu pendamping seperti buah, roti, cereal, susu, sementara untuk menu utama, berupa ala carte dengan pilihan menu lokal atau western. 1 hari sebelum biasanya staff resepsionis akan menanyakan menu sarapan kita untuk esok hari.

Hari Gizi Nasional ke-63, KemenkoPMK Gelar Acara Germas

0

Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-63, Kedeputian Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan (Kedeputian III) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengadakan acara germas hari gizi dengan tema “Protein Hewani Cegah Stunting” yang berlangsung pada hari Jumat, (27/01/2023).

Acara germas hari gizi dilaksanakan pada pagi hari tepat di halaman depan Kemenko PMK dan dihadiri oleh pegawai yang antusias untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Acara ini merupakan kolaborasi antara Kemenko PMK dengan mahasiswa di salah satu Universitas Jakarta, yakni Universitas Esa Unggul.

Germas hari gizi diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan pegawai Kemenko PMK melalui beberapa kegiatan diantaranya seperti zumba, fun sport, konseling gizi, dialog interaktif dengan ahli gizi sebagai narasumber, pengukuran komposisi tubuh, serta bootcamp training.

Baca juga: Waspada, 4 Masalah Gizi ini Berisiko Anak jadi Stunting

Dalam kesempatan ini, Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan Kemenko PMK Agus Suprapto mewakili Deputi III memberikan sambutan mengenai stunting yang diharapkan dapat mengalami penurunan minimal sebanyak 3,8 persen di tahun 2023, dan pada 2024 target penurunan stunting diharapkan dapat berada di angka 14 persen.

Selain itu Agus juga menyampaikan untuk banyak mengonsumsi protein hewani dibandingkan dengan karbohidrat dikarenakan hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya percepatan penurunan stunting.

“Kita harus dapat menjadi contoh dan berupaya dalam percepatan penurunan stunting. Karena permasalahan stunting bukan hanya pada balita, melainkan juga pada remaja, calon pengantin, ibu hamil dan menyusui, serta untuk umur satu tahun setengah pada batita yang membutuhkan makanan tambahan,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Agus juga berharap kepada remaja khususnya wanita untuk dapat menjaga kadar hemoglobin (hb) agar tidak terkena anemia. Oleh karena itu, gizi seimbang dalam tubuh juga harus diperhatikan.

Dialog interaktif diisi oleh Ahli Gizi Dr. Rita Ramayulis. Dalam dialog, Rita menyampaikan bahwa selain protein hewani, gizi seimbang dalam tubuh dapat diperoleh dengan mengonsumsi makanan pokok yang beraneka ragam, meningkatkan konsumsi sayur dan buah, tidak mengonsumsi natrium berlebih.

Baca juga: Moms dan Pops, Futuristik Dengan Kenyamanan Teknologi CX, Converse Hadirkan Spring Collection 2023

“Sayur dan buah merupakan kelompok makanan yang bisa mencegah terjadinya peningkatan glukosa dan lemak dalam tubuh. Oleh sebab itu sayur dan buah menjadi menu wajib yang ada dalam piring kita dengan anjuran porsi 2/3 dari sebelah kanan.” ujarnya.

Dalam acara germas hari gizi ini dihadiri oleh Prof. Warsito dari Deputi VI, staff ahli, aselon II dan III, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes, selaku narasumber utama, mahasiswa gizi selaku konsultan gizi, dan juga pegawai dari Kemenko PMK.

Waspada, 4 Masalah Gizi ini Berisiko Anak jadi Stunting

0

Penurunan prevalensi stunting dipengaruhi oleh 4 masalah gizi, yakni weight faltering, underweight, gizi kurang, dan gizi buruk. Setelah 4 masalah gizi tersebut teratasi, penurunan prevalensi stunting akan terjadi.

”Kalau mau menurunkan stunting maka harus menurunkan masalah gizi sebelumnya yaitu weight faltering, underweight, gizi kurang, dan gizi buruk. Kalau kasus keempat masalah gizi tersebut tidak turun, maka stunting akan susah turunnya,” kata Dirjen Kesehatan Masyarakat dr. Maria Endang Sumiwi, MPH di Jakarta, Jumat (27/1).

Pencegahan stunting yang lebih tepat harus dimulai dari hulu yaitu sejak masa kehamilan sampai anak umur 2 tahun atau 1000 hari pertama kehidupan. Pada periode setelah lahir yang harus diutamakan adalah pemantauan pertumbuhan yang dilakukan setiap bulan secara rutin. Dengan demikian dapat diketahui sejak dini apabila anak mengalami gangguan pertumbuhan.

Baca juga: Moms, Kini Timbang Bayi di Posyandu Gunakan Antropometri

Dikatakan Dirjen Endang, gangguan pertumbuhan dimulai dengan terjadinya weight faltering atau berat badan tidak naik sesuai standar.

”Anak-anak yang weight faltering apabila dibiarkan maka bisa menjadi underweight dan berlanjut menjadi wasting. Ketiga kondisi tersebut bila terjadi berkepanjangan maka akan menjadi stunting,” ungkapnya.

Pemerintah melakukan pemberian makanan tambahan untuk mengatasi masalah gizi di Indonesia. Pemerintah akan beralih dari pemberian makanan tambahan dengan biskuit menjadi pemberian makanan tambahan dengan makanan lokal.

”Jadi kita sudah mulai tahun 2022 di 16 kabupaten/kota, karena kami mau lihat pemberian makanan tambahan dengan makanan lokal bisa dilakukan tidak,” ucap Dirjen Endang.

Pemberian makanan tambahan dengan pangan lokal ini disajikan siap santap oleh Posyandu dan dimasak oleh kader dengan menu khusus yang memenuhi kebutuhan gizinya baik protein maupun kebutuhan gizi yang lain.

16 kabupaten/kota percontohan itu berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten dan Sumatera Selatan. Sisanya mulai tahun 2023 diperluas ke 389 kabupaten/kota.

Selain pemberian makanan tambahan dengan makanan lokal, hal yang paling penting adalah pemberian edukasi kepada ibu tentang cara pemberian makanan yang baik untuk anak.

Hal tersebut bertujuan untuk mengejar penurunan angka stunting hingga 14% di tahun 2024. Sejumlah faktor yang mempengaruhi adanya penurunan stunting antara lain inisiasi menyusui dini, pemberian ASI eksklusif, pemberian protein hewani dan konseling gizi.

Ada peningkatan proporsi pada tahun 2022 yaitu inisiasi menyusui dini menjadi 60,1% dari yang sebelumnya 47,2% tahun 2021. Anak yang diberi ASI jadi 96,4% tahun 2022 dari yang sebelumnya 73,5% tahun 2021. Namun anak yang menyelesaikan ASI eklusif sampai 6 bulan turun hingga xx%.

Baca juga: KemenPPPA: Perkawinan Anak di Indonesia Sudah Mengkhawatirkan

Pemberian sumber protein hewani menjadi 69,9% tahun 2022 dari yang sebelumnya 35,5% tahun 2021, dan konseling gizi 32% tahun 2022 dari sebelumnya 21,5% tahun 2021.

Pemerintah memiliki 11 intervensi spesifik stunting yang difokuskan pada masa sebelum kelahiran dan anak usia 6 sampai 23 bulan.

”Pencegahan stunting jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan stunting,” ucap Dirjen Endang.

Foto utama oleh Chris Benson dari Unsplash

395FansLike
11,766FollowersFollow
8,451FollowersFollow
15SubscribersSubscribe