Cucu Saya Nanti Bisa Kena Kanker?

Oleh Dr. Edi Setiawan Tehuteru, Sp.A(K), MHA.

Seorang ibu dengan wajah cemas datang ke klinik untuk konsultasi. Ia mengkhawatirkan anak perempuannya yang mempunyai teman dekat dan terakhir diketahui pernah terkena leukemia di masa kanak-kanaknya. Keduanya merencanakan untuk menikah dalam waktu dekat.

Sang ibu hendak menanyakan apakah nanti cucunya akan terkena kanker juga.

Perlu diketahui bahwa kanker pada anak berbeda dengan kanker yang dijumpai pada orang dewasa. Perbedaannya antara lain adalah kanker pada anak tidak diketahui penyebabnya, tidak dapat dicegah, dan dari sekian banyak jenis kanker pada anak, hanya satu jenis kanker pada anak yang dapat dideteksi dini, yaitu retinoblastoma (kanker bola mata).

Baca juga: Tentang Susu Kambing Untuk Bayi, Apakah Pilihan yang Baik?

Masih ada kaitannya dengan retinoblastoma, jenis kanker ini merupakan satu-satunya jenis kanker pada anak yang dapat diturunkan. Jadi bila ada seorang anak yang dilahirkan dari orangtua penyintas retinoblastoma, maka anak tersebut mempunyai potensi untuk terkena retinoblastoma juga.

Oleh karena itu, sejak anak pasangan retinoblastoma ini dilahirkan, mereka harus rajin membawa sang anak ke dokter mata untuk dideteksi sampai usia 5 tahun. Mengapa harus selama itu? Jawabannya adalah karena retinoblastoma hanya dijumpai pada usia balita. Jika sampai usia 5 tahun tidak dijumpai retinoblastoma, maka kunjungan ke dokter mata dapat dihentikan.

Beberapa bulan yang lalu, seorang anak yang semasa kecilnya pernah saya rawat karena terkena retinoblastoma menikah dengan gadis pilihannya. Saya mengingatkan kepada pasangan yang berbahagia ini untuk tidak lupa membawa buah hati mereka ke dokter mata secara rutin. Harapan saya adalah semoga sang anak dapat terhindar dari retinoblastoma. Namun, bila Tuhan berkehendak lain, paling tidak retinoblastoma ini ditemukan pada stadium yang awal.

Keuntungan retinoblastoma ditemukan pada stadium awal adalah sang anak tidak perlu sampai harus dilakukan kemoterapi, radioterapi, maupun pengangkatan bola mata. Cukup dilakukan terapi lokal di lokasi tumor.

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,450FollowersFollow

Recent Stories