Edward Akbar: 26 Jam, 0 Derajat

Tidak ada kata salah untuk suatu kejujuran. Tidak ada persaingan untuk suatu ketulusan. #EdwardAkbarquotes

Kutipan manis dari Edward Akbar untuk meyakinkan diri maupun si cantik Kimberly Ryder istrinya, dalam mengarungi kehidupan bersama. Pasangan muda yang selalu mesra, harmonis dan menginspirasi. Tapi apa iya nggak pernah berselisih?

Menurut pengakuan Edward Akbar, “Pasangan suami istri berantem atau berselisih itu wajar. Apalagi masa awal pernikahan, pasti butuh banyak penyesuaian dan benturan di sana sini. Cuma jangan sampai memusuhi.”

Menyatukan dua individu dengan latar belakang, norma bahkan kebiasaan berbeda adalah merupakan tantangan. Namun bila tahu cara menyikapinya akan membuat kita belajar dan saling memahami satu sama lain. Akhirnya menemukan harmoni dan berhasil membangun fondasi kuat.  

Setidaknya begitu dilakoni aktor berbakat, Edward Akbar yang juga mengakui tak luput  dari  beragam cobaan sebagaimana layaknya rumah tangga baru. Dari waktu ke waktu banyak hal terus diupayakan dalam meniti hari bersama Kimberly termasuk membenahi pola komunikasi. Terutama sekali mengutamakan ketulusan, kejujuran dan toleransi sehingga tercipta situasi dalami dalam rumah tangga, seberapa runcing pun perbedaan diantara pasangan.   

“Menjadi suami dan akhirnya ayah, bagiku sama dengan naik kelas. Tanggung jawab jadi meningkat lebih besar lagi. Kerja makin giat juga harus berpikir lebih strategis tentang apa yang baik, benar, sehat, aman dan nyaman buat keluarga,” tambahnya lagi.

Tja, di mata istri, seorang suami tentu saja merupakan sosok pelindung, kuat, tegar dan  selalu siaga berada di garda depan demi keluarga. Bahkan sekiranya tengah terluka sekalipun,  suami pasti sekuat tenaga berusaha menyembunyikan seperih apapun itu demi ketenangan seluruh anggota keluarga. Begitu pula saat kuatir dan gelisah melanda. 

Sebagaimana dialami Edward Akbar kala mendampingi Kimberly menjelang detik-detik kelahiran Rayden Starlight putra pertama mereka. Momen tak terlupakan meski diwarnai gelisah. Berdua saja menantikan dentingan waktu selama 26 jam masa kontraksi di tengah musim dingin di Inggris dengan suhu nol derajat.

Rasa deg-degan masih terulang saat kelahiran Aisyah Moonlight, meski tak harus menunggu lama seperti sebelumnya. Tapi situasinya sama, melewati kelahiran putri kedua hanya berdua lagi. Ternyata kondisi ini justru membangun ikatan kerjasama semakin kuat akibat saling melengkapi.

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,454FollowersFollow

Recent Stories