Tentang Hepatitis Misterius pada Anak, Apa Itu?

Kolom dr. Laksmita Dwana, S.

Seperti kita ketahui, per 15 April 2022, World Health Organization (WHO) telah menyampaikan adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) hepatitis akut dengan penyebab yang tidak diketahui dengan jelas di beberapa penjuru negara seperti United Kingdom, Spanyol, Israel, Amerika Serikat, Denmark, Irlandia, Belanda, Italia, Norwegia, Prancis, Romania, dan Belgia.

Kasus ini akrab dikenal sebagai acute hepatitis of unknown aetiology dan jumlah kasus terus berkembang hingga kini, di mana kasus ini terjadi pada anak berusia usia 1 bulan hingga 16 tahun dan 17 anak di antaranya membutuhkan tindakan cangkok hati serta 1 anak telah dikabarkan meninggal dunia akibat penyakit ini.

Rasanya Covid-19 belum sepenuhnya tuntas, tapi sekarang malah hadir penyakit baru lagi yang dapat membahayakan si kecil. Mungkin Moms and Pops menjadi khawatir akan kejadian ini. Namun, hal yang utama adalah Moms and Pops dapat tetap mawas diri akan kesehatan sang buah hati dan juga diri sendiri. Berikut adalah informasi penting yang perlu diketahui Moms and Pops mengenai hepatitis akut yang sampai saat ini belum diketahui penyebabnya.

Gejala Klinis

Gejala yang timbul dapat berbagai rupa, mulai dari gejala saluran pencernaan (nyeri perut, diare, mual, muntah) hingga gejala radang hati akut (kuning atau ikterus, peningkatan enzim hati, warna urin seperti teh, nyeri sendi, lemas, dan warna tinja yang kepucatan). Sebagian besar kasus tidak disertai adanya keluhan demam. Selain itu, dibutuhkan beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat membuktikan bahwa adanya peningkatan enzim hati seperti SGOT/SGPT > 500 IU/L dan bukti bahwa tidak didapatkan infeksi virus hepatitis A, B, C, D, maupun E.

Baca juga: 4 Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Kenali Penyebab

Salah satu kemungkinan penyebab hepatitis akut yang tidak diketahui sebabnya ini adalah infeksi adenovirus. Terdapat lebih dari 50 tipe imunologis adenovirus yang mampu menyebabkan infeksi pada manusia, dapat mengenai mata, saluran nafas, usus, hati, dan saluran kemih. Adenovirus tipe 41 sebelumnya menyebabkan infeksi yang ditandai dengan demam, diare, muntah, gejala saluran nafas, dan tidak pernah menyebabkan hepatitis akut pada anak sehat. Adenovirus biasanya merupakan self-limiting disease yang dapat ditularkan melalui droplet, jalur kontaminasi feses-mulut, melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, maupun kontak erat dengan penderitanya.

Yang Dapat Moms and Pops Lakukan

Segera perhatikan jika anak mengalami gejala flu yang disertai gejala saluran cerna dan kekuningan. Moms and Pops mungkin ragu dalam menilai warna kuning pada kulit anak, sehingga sangat dianjurkan untuk memeriksakan anak ke dokter.

Berikan penanganan pertama jika timbul gejala pada anak, seperti mengistirahatkan anak, mencukupi kebutuhan asupan makanan dan minuman anak serta pastikan bahwa anak dapat mengkonsumsi makanan dan minuman yang disediakan, dan tasi gejala sesuai anjuran tenaga profesional.

Tentunya, Moms and Pops sebaiknya mewaspadai tanda-tanda bahaya seperti diare dan muntah hebat, demam tinggi, mata kuning, nyeri perut, urin yang berwarna seperti teh, dan tinja yang berwarna kepucatan. Jika terdapat tanda-tanda tersebut, segera bawa anak ke dokter! 

Perlu dipahami bahwa hingga saat ini, upaya untuk menemukan penyebab pasti dari kasus hepatitis akut ini masih berlangsung, dimana dugaan sementara menyatakan bahwa hepatitis ini mungkin berkaitan dengan infeksi Adenovirus.

Fokus utama bagi Moms and Pops yang perlu ditekankan adalah melakukan upaya pencegahan infeksi Adenovirus ini, baik mencegah transmisi melalui droplet saluran nagas maupun dari rute fecal-oral.

dr. Laksmita Dwana, S.S, Praktisi Kesehatan

Sumber:

  1. https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/acute-hepatitis-of-unknown-aetiology—the-united-kingdom-of-great-britain-and-northern-ireland
  2. https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2022-DON376

(Main Photo by Aditya Romansa on Unsplash)

Parents Guide
Parents Guidehttp://www.burhanabe.com
Info seputar parenting, mulai dari kehamilan, tumbuh kembang bayi dan anak, serta hubungan suami istri, ditujukan untuk pasangan muda.

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,450FollowersFollow

Recent Stories