Ilmuwan Imbau Facebook dan Instagram Berbagi Data untuk Penelitian Kesehatan Mental Anak-Anak

Moms and Pops, sebagai Parennials atau orang tua muda Milenial, kita memahami langsung bagaimana anak-anak saat ini sudah tidak bisa lagi dipisahkan dunianya dari Internet. Menurut data terakhir dari situs OurWorldInData.Com, lebih dari sepertiganya adalah pengguna media sosial.

Sejak pertama kali lahir dan diperkenalkan di awal dekade 2000-an, media sosial memang sepertinya sudah semakin kental mendominasi aspek kehidupan kita sat ini dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan menurun. Dampak negatifnya juga sudah banyak yang membahas.

Baca juga: 7 Tips dari Bocah 5 Tahun untuk Ibunya yang Resah

Disadur dari artikel di situs MailOnline bulan Maret lalu, sebuah penelitian dari MRC Cognition and Brain Sciences Unit, University of Cambridge yang dipimpin oleh Dr Amy Orben menemukan indikasi hubungan antara penggunaan media sosial dengan kesehatan mental, terutama anak-anak, walau hubungan tersebut sangat rumit dan belum dapat dijabarkan secara detail.

Penelitian atas sekitar 80 ribu responden umur 10 – 80 tahun dari 2011 sampai 2018 tersebut menemukan indikasi adanya siklus lingkaran setan di mana efek negatif media sosial yang menyebabkan kurangnya tingkat kepuasan hidup justru mendorong seseorang ingin lebih banyak lagi menggunakan media sosial.

Foto oleh Tracy Le Blanc dari Pexels

Menurut Dr Orben, penemuan tersebut bukan untuk didebat apakah memang benar hubungan tersebut ada, tetapi agar kita dapat memfokuskan perhatian pada beragam periode dalam pertumbuhan manusia ketika ia lebih rentan terhadap pengaruh media sosial.

Untuk lebih memperdalam penelitian mereka, para ilmuwan ini mengimbau perusahaan Meta, pemilik Facebook dan Instagram yang masing-masing memiliki pengguna 2,3 milyar dan 1 milyar, untuk berbagi data penggunaan situs mereka tersebut.

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,450FollowersFollow

Recent Stories