Jeda Generasi: Ketika Si Kecil Mulai Mengekspresikan Dirinya

Tidak jarang kita geleng-geleng kepala melihat tingkah-polah anak jaman sekarang yang tentunya jauh berbeda dari ketika kita masih remaja dahulu. Lebih lucu lagi bila ternyata anak kita sendiri juga mulai turut ikut-ikutan melakukannya. Contoh sederhananya ketika si kecil minta berlangganan Spotify, layanan streaming berbayar untuk mendengarkan musik. Ingatan orang tua jadi terpicu nostalgia masa lalu tentang hal yang sama tetapi terasa jauh lebih baik, sehingga walaupun kita kabulkan permintaannya, bisa jadi kita pun berkomentar:

“Gak sayang uangnya, dek? Kalau jaman papa-mama dulu, kita beli kaset CD ada barangnya, bisa dikoleksi dan dipajang. Kenapa anak sekarang mau bayar hanya untuk numpang dengerin lagu saja?”

Padahal, Moms and Pops, bila kita coba ingat-ingat lebih jauh lagi, pastinya banyak dari orang tua kita yang juga pernah mengucapkan hal yang sama kepada kita ketika kita seumuran si kecil. Tidak sekali dua kali kita mendengar bagaimana generasi Boomers mengkritik kualitas suara musik MP3 karena menurut mereka jauh lebih inferior dibanding kualitas suara dari piringan hitam. Atau bagaimana Gen-X masih suka menolak berlangganan beragam layanan streaming dan lebih suka menonton TV atau mendengarkan radio.

Baca juga: Berkendara Dengan Bayi, Mengapa Perlu Kursi Khusus untuk Anak?

Apakah memang benar masa lalu lebih baik dari masa sekarang? Atau, lebih jauh lagi, apakah benar keadaan semakin memburuk saat ini dibanding dahulu kala? Ternyata ada aspek psikologisnya, loh, Moms and Pops, dan telah ada beberapa penelitiannya. Menganggap masa lalu lebih baik dari masa sekarang adalah pandangan yang dinamakan sebagai declinism atau deklinisme, dan selalu ada di setiap jaman.

Foto oleh Guduru Ajay bhargav dari Pexels

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,508FollowersFollow

Recent Stories