Mengenal Lebih Dekat DHA dan Omega: Karena Otak Juga Butuh “Makanan”

Otak manusia terdiri dari 60 percent lemak dan syaraf yang menjalar ke seluruh tubuh. Kalau kita pikir secara logika sederhana maka seakan semakin banyak lemak maka semakin kita pintar.

Sayangnya hal itu baru setengah benar.

Yang dibutuhkan otak adalah bukan sembarang lemak tetapi asam lemak khusus yang disebut sebagai DHA dan Omega 3 dan sering muncul di berbagai slogan atau iklan. dan terkadang kita jadi kepikiran apakah benar dan bila ya, bagaimana seharusnya?

Tentunya keputusan terbaik sebaiknya dikonsultasikan kepada pelayan kesehatan yang dapat memberikan saran profesional tetapi, sekedar mengingat pepatah orang tua jaman dahulu bahwa tak kenal maka tak sayang, tidak ada salahnya kita mengenal di awal apa itu sebenarnya Omega 3 dan DHA.

Baca juga: 7 Tips dari Bocah 5 Tahun untuk Ibunya yang Resah

Otak membutuhkan dua jenis asam lemak:

Yang pertama adalah linoleic atau omega 6 yang biasa didapatkan dari minyak nabati seperti dari bunga safflower, bunga matahari, jagung dan wijen.

Yang kedua adalah alpha linolenic atau omega 3 di mana DHA adalah kandungan di dalamnya. Kandungan Omega 3 terdapat dalam beragam minyak nabati seperti tanaman flaks, biji semangka, kenari dan yang terbesar dari makanan laut dan minyak ikan, terutama ikan di perairan dingin seperti salmon dan tuna.

Apa spesialnya ikan di perairan dingin? Asam lemak omega 3 adalah anti-freeze alami yang membantu menurunkan titik beku kandungan air di tubuh agar tidak cepat kedinginan. Karenanya semakin dingin habitat ikan tersebut maka akan semakin tinggi kadar omega 3-nya.

Foto oleh Farhad Ibrahimzade dari Pexels

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,450FollowersFollow

Recent Stories