Menteri PPPA: Sinergi dan Kolaborasi Kunci Penyelesaian Permasalahan Perempuan dan Anak

“Dari total 65,5 juta UMKM di Indonesia, hampir 64 jutanya adalah usaha mikro. 64 persen dari jumlah usaha mikro tersebut dimiliki dan dikelola perempuan.”

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menyatakan perempuan yang berdaya secara ekonomi merupakan salah satu hulu untuk bisa menyelesaikan permasalahan – permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat.

Untuk itu dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak untuk menyelesaikan permasalahan perempuan dan anak Indonesia.

“Perempuan berdaya secara ekonomi, merupakan salah satu hulu untuk bisa menyelesaikan permasalahan – permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat, seperti pendidikan, kekerasan, pekerja anak, dan perkawinan anak. Kekuatan kita untuk memberdayakan perempuan dan melindungi anak adalah dengan sinergi dan kolaborasi. Ini adalah kunci agar kita bisa menyelesaikan permasalahan perempuan dan anak Indonesia,” ujar Menteri PPPA di hadapan kurang lebih 150 orang kaum dhuafa dan 200 anak yatim piatu dalam Acara “Santunan Yatim Piatu & Kaum Dhuafa di Bulan Ramadhan 1443 H” yang diselenggarakan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Yasasan Pejuang Subuh Pondok Indah (YPSPI) di Jakarta akhir pekan lalu.


Menteri PPPA menuturkan dalam rilis berita yang diterima, dari total 65,5 juta UMKM di Indonesia, hampir 64 jutanya adalah usaha mikro. 64 persen dari jumlah usaha mikro tersebut dimiliki dan dikelola perempuan.

Baca juga: Terbang Pertama Kali Bareng Balita? Simak Apa Saja Yang Perlu Kita Siapkan!

“Untuk usaha mikro, saya mengetahui bagaimana gerakan IWAPI di 34 provinsi, juga di tingkat kabupaten/kota. Oleh karena itu, sinergi dapat kita lakukan untuk memberikan pendampingan dalam upaya menjadikan usaha mikro yang dikelola perempuan bisa naik kelas,” kata Menteri PPPA.

Menteri PPPA berharap para perempuan kaum dhuafa bisa diberikan pendampingan agar mereka bisa berdaya secara ekonomi. Mereka tidak hanya mengandalkan pendapatan suaminya, tetapi juga bisa ikut berkontribusi untuk perekonomian keluarganya.

“Kaum dhuafa dan anak – anak ini tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga dan yayasannya. Anak – anak ini adalah anak Indonesia. Anak kita semua yang sudah seharusnya kita lindungi. Sebagai generasi penerus bangsa, mereka dapat terpenuhi hak – haknya, yaitu hak untuk hidup, tumbuh berkembang, mendapatkan perlindungan, dan berpartisipasi di masyarakat,” ujar Menteri PPPA.

Baca juga: Ternyata Destinasi Favorit Pesohor Dunia Ada di Pulau Kecil di Indonesia

Lebih lanjut, Menteri PPPA menyampaikan apresiasinya kepada IWAPI dan YPSPI atas terselenggaranya acara ini. Menteri PPPA mengatakan merupakan kewajiban bersama untuk saling berbagi kasih dan peduli terhadap sesama.

“Tentunya 2 tahun belakangan ini adalah hari – hari yang sulit untuk kita semua karena adanya pandemi Covid-19. Oleh karena itu, kami dari KemenPPPA menyampaikan apresiasi yang setinggi – tingginya untuk IWAPI dan YPSPI karena telah membuktikan kerja nyatanya melalui kegiatan hari ini untuk berbagi kasih dengan kaum dhuafa dan anak yatim piatu yang juga merupakan saudara – saudara kita,” kata Menteri PPPA.

Baca juga: Kenal Lebih Dekat dengan Tiga Tipe “Mom”: Tiger Mom, Jellyfish Mom dan Dolphin Mom

Senada dengan Menteri PPPA, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menyampaikan apresiasinya kepada IWAPI dan YPSPI karena sudah membantu kaum dhuafa dan anak yatim piatu melalui acara ini.

Sandiaga mengajak agar dapat bersama – sama membangkitkan ekonomi Indonesia. “Mari bersama – sama bangkitkan ekonomi!” tutup Sandiaga.

Parents Guide
Parents Guidehttp://www.burhanabe.com
Info seputar parenting, mulai dari kehamilan, tumbuh kembang bayi dan anak, serta hubungan suami istri, ditujukan untuk pasangan muda.

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,451FollowersFollow

Recent Stories