Penting dan Perlu: Bimbingan Perkawinan Untuk Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga

Keluarga merupakan unsur lembaga atau unit sosial terkecil yang ada di lingkup masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Membangun keluarga butuh banyak kesiapan, lantaran keluarga tonggak utama dalam membangun masyarakat bahkan membangun suatu bangsa.

Karena itu, meskipun keluarga merupakan lembaga terkecil, tetapi harus dibangun menjadi lembaga yang tangguh sejahtera yang kemudian juga menghasilkan generasi tangguh

Asisten Deputi Ketahanan dan Kesejahteran Keluarga Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Indah Suwarni menjelaskan, untuk membangun ketahanan dan kesejahteraan keluarga salah satu caranya adalah melalui Bimbingan Perkawinan (Bimwin).

Baca juga: Si Kecil Pilih-Pilih Makanannya? Ini 8 Jurus Mengatasinya Secara Bijak

“Bimbingan perkawinan ini dilakukan sebagai langkah menyiapkan ketahanan keluarga yang sejahtera. Bimbingan perkawinan melibatkan para ahli terkait seperti dari psikologi, spiritual, ekonomi, dan kesehatan,” ujar Indah dalam Rapat Koordinasi Implementasi Bimbingan Perkawinan di Daerah, di Kantor Kemenko PMK, pada minggu lalu.

Indah menjelaskan dalam keterangan pers yang diterima redaksi, bimbingan perkawinan ini menindaklanjuti kesepakatan bersama atau MoU antara Kemenag, Kemenkes, dan BKKBN tentang Pelaksanaan program Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin dalam rangka Penguatan Ketahanan Dan Kesejahteraan Keluarga.

Mou ini telah memasuki tahun kedua sejak dikeluarkan pada 19 Februari 2020

Rapat Koordinasi dihadiri oleh perwakilan Kemenag dari berbagai Dirjen Keagamaan, kemudian dari Kemenkes, dan dari Kemendikbudristek.

Di paparkan dalam rapat, pelaksanaan bimbingan perkawinan ini juga dilakukan berdasarkan agama dan kepercayaan dari calon pengantin, seperti di agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, Khong Hu Chu dan agama kepercayaan. Masing-masing agama memiliki treatment bimbingan tersendiri.

Asdep Indah meminta agar pelaksanaan bimbingan perkawinan bisa tersinergi dan memiliki pedoman yang sama khususnya dalam hal mengembangkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Baca juga: Mengambil Keputusan Sulit dalam Situasi Kritis

Menurutnya, antara Kemenkes, Kementerian Agama, Kemendikbudristek yang membawahi penghayat kepercayaan, perlu membuat pedoman yang sama dalam bimbingan perkawinan.

Foto oleh Danu Hidayatur Rahman dari Pexels

“Sekiranya bisa membuat petunjuk teknis dalam bimbingan perkawinan. Kemudian bersinergi dan mungkin perlu standarisasi bagaimana untuk syarat pernikahan untuk menyiapkan calon pengantin kita generasi kita kedepan supaya menjadi generasi kuat sehat,” ujarnya.

Baca juga: Manfaat Musik Pada Anak & Rekomendasi Lagu Anak

Selain itu, menurut Indah, penyiapan keluarga melalui bimbingan perkawinan ini juga merupakan salah satu kunci untuk mempercepat penurunan stunting di Indonesia.

“Apalagi kita harus mengejar 14 persen stunting. Oleh karena itu kita juga harus menggawangi dari segi pernikahannya,” pungkasnya.

Foto utama oleh Artem Beliaikin dari Pexels

Parents Guide
Parents Guidehttp://www.burhanabe.com
Info seputar parenting, mulai dari kehamilan, tumbuh kembang bayi dan anak, serta hubungan suami istri, ditujukan untuk pasangan muda.

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,450FollowersFollow

Recent Stories