Plastik Kembali Bersama Invest Island Foundation, Beri Plastik Kehidupan Kedua dan Berkah bagi Warga Lokal

Alam membutuhkan waktu 10 sampai 500 tahun untuk mengurai kantong plastik. Butuh waktu 50 tahun untuk mengurai gelas plastik. 50 sampai 80 tahun untuk mengurai kemasan sachet. Butuh 450 tahun untuk mengurai botol plastik.

Plastik Kembali di Selong Belanak

Dan tahukah jika sejak 1950, sampah plastik yang diproduksi mencapai 8,3 miliar ton dan sekitar 60% plastik berakhir di tempat pembuangan sampah atau tercecer di lingkungan alam. Dengan lamanya waktu untuk mengurai sampah plastik, bukan tidak mungkin kedepan bumi yang kita huni akan tertutup sampah plastik sepenuhnya. Belum lagi bahan mikroplastik yang berdampak buruk bagi kesehatan tubuh manusia. Mikroplastik bisa kembali masuk ke dalam tubuh manusia dari ikan atau hewan ternak yang mengonsumsi mikroplastik di alam lalu hewan-hewan tersebut kita konsumsi sebagai makanan sehari-hari.

Baca juga : 6 Pantai Indah di Sekitar Mandalika

Plastik Kembali bermula ketika sepasang suami istri pendiri, Elissa Gjertson & Daniel Schwizer pindah ke Lombok, Indonesia pada tahun 2018. Setelah melihat kondisi pantai yang dipenuhi sampah, sungai yang tersumbat plastik dan banyak lagi, mereka tahu bahwa mereka harus  membuat perbedaan. Mereka menemukan banyak teknik untuk melelehkan dan membentuk plastik daur ulang. Plastik Kembali membuka studio pertamanya dengan oven, beberapa plastik daur ulang dan semangat untuk seni, desain & membuat bumi menjadi tempat yang lebih baik.

Plastik Kembali bekerja sama dengan Invest Island, Perusahaan Real Estate berbasis di Hongkong yang menawarkan investasi kepada klien di Indonesia. Bukan hanya pengembangan dan investasi di bidang properti, Invest Island dengan Invest Island Foundationnya juga berkomitmen peduli pada lingkungan sekitar termasuk kesejahteraan warga sekitar dalam proyek Bank Sampah.

Kursi dan papan surfing patah pun dapat kesempatan kedua

Proyek Bank Sampah bertujuan untuk mengurangi polusi limbah, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pemberdayaan perempuan. Terutama para perempuan yang tidak dalam usia produktif atau para janda. Proyek ramah lingkungan ini memungkinkan perempuan mencari nafkah untuk menghidupi keluarga mereka sambil membersihkan area pantai dengan sampah yang didaur ulang dan digunakan kembali.

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,454FollowersFollow

Recent Stories