Sains di Balik Beragam Ulah Si Kecil yang Menggemaskan

Moms and Pops mungkin sudah tahu bahwa di awal tiga tahun pertama, otak si kecil berkembang paling pesat di mana ia pertama kali mengenal sekelilingnya sambil mengembangkan beragam kemampuan kritikal yang akan menjadi landasan bagi pertumbuhannya sampai dewasa.

Anak-anak memang sukanya bermain, termasuk ketika mereka berulah seperti menjatuhkan benda-benda, menyusun, memberantakkan mainan atau makanan, berceloteh ala balita dan lain sebagainya, sebenarnya mereka sedang belajar mengembangkan beragam kemampuan dari motorik, kognitif, sosial sampai berkreatifitas.

Baca juga: Tips Memperkenalkan Sains Pada Anak

Jadi sebagai orang tua pastinya Moms and Pops sudah bersiap-siap rumah berantakan ketika memiliki bayi.

Kabar baiknya adalah jalan terbaik mendukung anak dalam proses belajar di tahap ini dalah dengan menjadi teman bermainnya. Kitalah teman bermain sekaligus guru pertama yang dikenal si kecil.

Kita juga tidak butuh mainan yang mahal, sebagaimana disadur dari artikel yang memuat kerjasama antara UNICEF dan LEGO Foundation di mana mereka membahas secara saintifik bagaimana kita dapat menciptakan sendiri permainan yang menyenangkan yang kebanyakan bahannya justru memang sudah tersedia di rumah.

Berikut beberapa penjelasannya yang berhasil disadur oleh tim PG khusus untuk Moms and Pops agar kita dapat lebih memahami bersama apa sebenarnya di balik beragam ulah unik yang menggemaskan tetapi juga tidak jarang mengherankan.

Gambar oleh Anna Shvets dari Pexels

Ketika menyusun menara, ia sedang melatih kemampuan fisiknya

Balita terkenal gemar menyusun benda-benda. sampai menjulang tinggi. Hal ini ia lakukan untuk melatih kemampuan sensor-motoriknya. Si kecil sedang mengukur kemampuan gerak tubuhnya sambil mengeksplorasi sejauh kemampuan tersebut dapat ia kontrol sambil secara bersamaan membangun persepsinya akan ruang.

Berinteraksilah langsung dengan menannyakan apa yang sedang dibangun, juga melalui ekspresi wajah atau suara-suara yang mewakili emosi positif. Contohnya, ketika berhasil menyusun menara sampai tinggi, kita ajak tepuk tangan merayakannya. Atau ketika roboh maka kita pura-pura terkejut lalu tertawa agar ia tertular emosi positif dan tidak kecewa.

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,508FollowersFollow

Recent Stories