Taman Ujung Sukasada, Istana Peristirahatan Raja yang Instagramable di Bali Timur

Senang melihat pariwisata di Bali kembali menggeliat. Libur Lebaran serta dibukanya pintu untuk wisatawan asing menjadi salah satu momentum kebangkitan industri pariwisata Bali. Tak sedikit laporan cerita media sosial yang wara-wiri mengabarkan Bali kembali macet, Bali dipadati wisatawan lokal dan asing.

Bali memang tempat yang sangat menyenangkan untuk berlibur, bersama teman atau keluarga pun selalu mengasyikan. Ada ribuan destinasi wisata yang bisa dikunjungi mulai dari yang mainstream sampai hidden gem. Mulai dari yang terkenal hingga harus antri berfoto sampai yang kosong melompong hingga pengunjung bebas berfoto. Kosong melompong bukan berarti tidak bagus, mungkin pertimbangannya karena jarak dan lokasi yang jauh dari pusat destinasi wisata yang umumnya ada di Bali bagian selatan.

Taman Ujung Sukasada/Water Palace

Taman Ujung Sukasada atau lebih dikenal dengan Taman Ujung Water Palace. Tidak banyak wisatawan yang tahu namun pasti familiar dengan foto pre-wedding di antara tiang-tiang batu berlatar laut lepas. Ya…lokasi ini memang sering kali dijadikan lokasi pre-wedding. Ada banyak spot indah dan tidak banyak pengunjung sehingga calon pengantin mungkin merasa lebih nyaman tidak menjadi tontonan pengunjung lainnya.

Baca juga : Rekomendasi Hotel di Sanur, Bali

Lokasi Taman Ujung Sukasada berada di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem. Jarak dari Denpasar ke Taman Ujung Sukasada sekitar 76 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 40 menit.

Arsitektur yang unik
Perpaduan 3 unsur budaya

Taman Ujung Sukasada dibangun pada jaman Raja Karangasem yang bernama Anak Agung Angluran Ketut Karangasem, pada tahun 1909. Selain untuk tempat peristirahatan raja, di bangun juga tempat untuk raja Karangasem bersemedi dan tempat untuk menjamu tamu kerajaan Karangasem. Raja Karangasem terkenal sebagai sosok yang memiliki kecintaan terhadap nilai budaya. Adapun arsitek yang membangun Taman Ujung Sukasada melibatkan arsitek Belanda bernama van Den Hentz dan seorang Cina bernama Loto Ang. Pembangunan ini juga melibatkan seorang undagi (arsitek adat Bali), sehingga banyak sekali perpaduan 3 unsur budaya (Eropa, China dan Indonesia) ini dalam setiap arsitektur dan ornament di Taman Ujung Sukasada.

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,451FollowersFollow

Recent Stories