Tentang Tiger Parenting, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

Tipe parenting atau metode pengasuhan anak bisa berbeda-beda diterapkan oleh tiap orang tua. Ada orang tua yang cenderung disiplin, ada yang seimbang keras-longgar dan ada juga yang lebih sabar dan santai.

Salah satu jenis tipe parenting yaitu Tiger Parenting. Ini merupakan tipe parenting yang menggunakan metode keras dalam mendidik dan mengendalikan anak, khususnya pada pencapaian akademik anak. Baikkah jenis parenting yang seperti ini? Apa saja yang perlu diperhatikan?

Istilah tiger parenting mulai dikenal dalam sebuah kesempatan istimewa dimana Amy Chua, seorang profesor di Universitas Yale menerbitkan buku berjudul “Battle of Hymn of Tiger Mother.” Amy Chua dikenal sebagai, tentu saja seorang tiger mother dengan dua orang anak.

Metode Tiger Parenting berkembang didasarkan oleh tradisi dan nilai-nilai keluarga di Asia terkait hubungan antara orang tua dan anaknya. Dalam metode ini, orang tua menaruh harapan yang tinggi pada anak-anaknya.

Baca juga: Bagaimana Mengenali Masa Sensitif Anak dan Tanda-Tandanya?

Mereka sering menggunakan metode yang keras pada anak agar bisa mencapai tujuannya. Ibu dan ayah yang menggunakan metode ini percaya bahwa pengasuhan yang ketat bisa membuat anaknya menjadi kuat, percaya diri, sukses, dan siap untuk masa depannya.

Beberapa tanda orang tua menggunakan metode Tiger Parenting bisa berupa antara lain:
a. Tidak mengizinkan anak untuk bermain lama dengan temannya atau menginap di rumah teman
b. Berharap agar anaknya bisa mendapatkan peringkat satu saat ujian sekolah dan sering memberikan hukuman keras jika gagal
c. Orang tua lebih peduli pada standar sendiri dan ingin anaknya bisa menjadi yang terbaik
d. Orang tua lebih peduli tentang pencapaian anaknya daripada bagaimana mereka mencapainya
e. Anak takut terbuka pada orang tua karena takut akan dimarahi jika tak sesuai dengan yang diinginkan orang tua
f. Tidak percaya pada anak-anak pada banyak hal dan sering mengingatkan dan memerintah
g. Lebih fokus mengikuti aturan daripada membuat anak bahagia
h. Anak mengikuti rutinitas yang ketat dan kurang bermain

Metode Tiger Parenting ini kadang bisa berhasil untuk sebagian anak. Tapi bisa juga malah membuat anak menjadi jauh dari orang tuanya. Ini tergantung dari kepribadian anak tersebut apakah cocok dengan metode yang ketat dari orang tuanya.

Foto oleh Ketut Subiyanto dari Pexels

Pro dan Kontra Tiger Parenting
Meskipun Tiger Parenting terlihat cukup ketat dan keras pada anak-anak, namun ini juga memiliki kelebihan. Peneliti menemukan beberapa keuntungan potensial dari metode yang satu ini.

Beberapa kelebihan Tiger Parenting antara lain:
a. Tiger parenting cenderung mendorong anak memiliki disiplin diri. Mereka akan cenderung mengikuti aturan. Anak bisa memahami pentingnya memiliki hidup yang disiplin.
b. Meskipun takut pada hukuman, anak bisa mengungkap potensial nyata mereka dan belajar untuk mencapai kesuksesan dalam hidup
c. Orang tua dengan Tiger parenting membentuk anak menjadi bertanggung jawab meski menggunakan cara yang keras
d. Tujuan orang tua Tiger yaitu untuk menjadikan anak mereka memiliki masa depan yang bahagia dan sukses, sebagai hasil dari anak yang berorientasi tujuan dan fokus
Kelebihan dari Tiger Parenting tersebut tentu tak selalu bisa berhasil terwujud. Orang tua dengan Tiger Parenting juga harus memperhatikan apa saja kelemahan dari metode ini.

Berikut beberapa kelemahan yang harus diperhatikan dalam Tiger Parenting
a. Anak akan merasa tertekan dan terbebani karena orang tua menaruh ekspektasi yang tinggi pada mereka
b. Anak selalu takut berbuat kesalahan karena orang tuanya bisa memberikan hukuman yang keras
c. Anak selalu hidup dalam panduan konstan orang tuanya. Ini bisa membuat mereka lebih tergantung dan kurang berkembangnya kemampuan menyelesaikan masalah
d. Tiger parenting menghasilkan perkembangan emosional dan kognitif yang negatif di beberapa kasus
e. Tiger parenting bisa menutup kreativitas anak karena mereka selalu disuruh mengikuti aturan secara ketat

Kelemahan dari metode Tiger Parenting ini perlu mendapatkan perhatian dari orang tua. Para orang tua yang menunjukkan tanda-tanda menerapkan pengasuhan yang terlalu ketat perlu melonggarkannya. Apa yang baik menurut orang tua, belum tentu baik untuk sang anak.

Mengasuh anak sebaiknya juga memperhatikan tentang kepribadian anak yang berbeda-beda. Setiap anak unik sehingga harus didukung untuk mengoptimalkan potensinya masing-masing.

Baca juga: Mengakui Kesalahan: Memupuk Kejujuran Si Kecil Sejak Dini

Tiger Parenting mungkin bukanlah metode terbaik dalam mengasuh anak untuk sebagian besar keluarga. Orang tua sebaiknya dapat mempertimbangkan untuk menerapkan metode lain seperti positive atau supporting parenting dalam pengasuhan anak.

Orang tua yang mendukung anaknya bisa membantu perkembangan kemampuan dan emosi anak. Hubungan anak dan orang tua juga bisa lebih baik dan terbuka daripada apa yang diterapkan dalam metode Tiger Parenting.

Tak ada salahnya belajar untuk tidak terlalu keras pada anak. Orang tua tidak harus menaruh harapan yang tinggi pada anak-anaknya. Kesuksesan anak tidak hanya dapat dilihat dari nilai akademis mereka. Orang tua juga perlu memikirkan tentang perkembangan emosional dan mental sehat anak-anaknya.

Foto utama oleh Waldemar Brandt dari Pexels


Parents Guide
Parents Guidehttp://www.burhanabe.com
Info seputar parenting, mulai dari kehamilan, tumbuh kembang bayi dan anak, serta hubungan suami istri, ditujukan untuk pasangan muda.

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,451FollowersFollow

Recent Stories