Tommy Tjokro: Pembaca Berita, tapi Baca Buku Resep Juga

Menjadi penikmat kuliner tidak akan membuat seseorang serta merta menjelma sebagai seorang juru masak. Makanan pun kini bukan lagi sekadar kebutuhan, tapi juga merupakan karya seni yang bisa dinikmati dengan cara berbeda-beda.

Ada yang menikmati makanan dengan terlebih dulu menata indah di piring,  menambahkan garnish (hiasan) pada hidangan. Selanjutnya difoto dan posting di sosial media, baru disantap. Atau malah penuh persiapan bikin video singkat bagaimana cara menikmatinya.

Boleh kok begitu. Bebas saja, bila cara itu membuat jam-jam bersantap jadi makin  nikmat. Ada juga yang merasakan kelezatan penuh justru saat makan bersama keluarga kecil sambil berbagi cerita. Momen makan bersama sekaligus buat membangun konektivitas dan kualitas relasi dalam keluarga. Tak jadi soal apa menunya dan siapa yang mengolah.

Terlebih bagi seorang News Anchor padat jadwal seperti Tommy Tjokro. Kebersamaan bersantap apalagi memasak sendiri, bisa jadi sudah merupakan kesempatan langka. Tapi tetap diupayakan tentunya.

“Sebelum menikah aku suka masak.  Sebatas buat makan sendiri sih. Setelah menikah malah jarang banget. Tapi pernah,” kisahnya.   

Masak sendiri, dimakan sendiri saat masih melajang, bisa jadi karena memang situasinya membuat harus mandiri terstruktur semasa kuliah di Central Queensland University, Brisbane, Australia.

Menu yang kerap diolah Tommy  pun bukan sekedar telor ceplok lho, tapi lumayan beragam seperti Sop Buntut, TomYum atau menu-menu  ala Chinese Stir Fry. Simpelnya, aduk-aduk bumbu, goreng dan siap santap.

Tidak sedikit memang pria yang pada masa mudanya justru rajin masak, tapi setelah menikah enggan ke dapur. Merasa punya istri, berarti sudah ada yang ambil alih urusan dapur. Konon karena urusan pengisian perut itu bagian para perempuan mengolahnya, sementara lelaki bertanggung jawab bagaimana menyediakan bahan olahan. 

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,451FollowersFollow

Recent Stories