Pentingnya Pemeriksaan Bayi Baru Lahir dan Usia 9 Bulan

Sebagai makhluk yang masih sangat muda, bayi masih rentan mengalami masalah kesehatan. Terutama bagi yang masih berusia beberapa hari. Untuk itulah pemeriksaan bayi harus dilakukan ketika lahir dan saat 9 bulan. Ada banyak alasan kenapa hal ini dilakukan, semuanya pastinya berhubungan dengan kesehatannya.

Bagian yang diperiksa pada bayi baru lahir adalah fisik dan organ dalamnya. Sehingga jika ada masalah bisa dideteksi dengan lebih awal. Sedangkan pemeriksaan pada bayi 9 bulan adalah pemeriksaan terakhir sebelum usianya satu tahun. Dalam usia ini mereka telah mengalami perkembangan yang sudah lebih baik.

Untuk berat badan yang ideal atau normal, bayi harus memiliki berat 2.500 sampai 3.500 gram. Apabila kurang dari berat tersebut maka artinya bayi prematur sedangkan jika lebih dinamakan macrosomia.

Pemeriksaan Bayi Baru Lahir

Jenis-jenis pemeriksaan yang dilakukan ada banyak. Untuk bayi yang baru lahir, macam-macam pemeriksaannya adalah sebagai berikut.

  1. Pemeriksaan Organ Dalam Tubuh

Di dalam pemeriksaan ini terdapat dua penilaian, yaitu Apgar score dan Antropometri. Apgar score dilakukan untuk mengetahui nilai kemampuan bernapas, laju jantung, kemampuan refleks, kekuatan tonus otot, dan warna kulit. Untuk mendapatkan jumlahnya maka semua pemeriksaan itu digabungkan. Apabila skornya dari 7 sampai 10 berarti bayi Anda sudah beradaptasi dengan baik sedangkan jika skornya 0 sampai 3 menandakan bayi terkena asfiksia berat.

Sedangkan pada pengukuran antropometri ada lima hal yang dilakukan, yaitu penimbangan berat badan, pengukuran lingkar lengan atas, lingkar dada, lingkar kepala, dan panjang badan. Untuk berat badan yang ideal atau normal, bayi harus memiliki berat 2.500 sampai 3.500 gram. Apabila kurang dari berat tersebut maka artinya bayi prematur sedangkan jika lebih dinamakan macrosomia.

Lalu untuk mengukur panjang badan, bayi akan diletakkan pada tempat datar kemudian bagian kepala sampai tumitnya diukur. Bayi Anda dikatakan normal jika panjangnya 45-50 cm. Kemudian ukuran lingkaran kepala dinilai dari bagian dahi kemudian dibuat melingkar dan sampai lagi ke dahi lagi. Lingar kepala yang normal adalah 33 sampai 35 cm.

Selanjutnya pengukuran dada dilakukan mulai dari daerah dada menuju punggung kemudian kembali lagi ke dada. Apabila ukurannya 30 sampai 33 cm maka lingkar dadanya normal. Dengan pengukuran data ini dapat memberikan informasi juga mengenai adanya kelainan atau tidak pada bagian kepala. Oleh karena itu, jika kepala lebih besar 3 cm dibandingkan lingkar dada maka bayi tersebut mengidap Hidrocephalus sedangkan jika lebih kecil 3 cm dinamanakn Microcephalus.

Terakhir, pengukuran lingkar lengan atas, normalnya berukutan 11 sampai 15 cm.

Pemeriksaan pada bayi baru lahir ini dilakukan supaya diketahui apakah ada masalah kesehatan atau tidak berkembang baik ketika di dalam kandungan.

  1. Pemeriksaan Fisik

Lalu untuk pemeriksaan fisik tentunya untuk memeriksa semua anggota tubuhnya seperti kepala, mata, wajah, mulut, hidung, leher, telinga, dada, paru-paru, abdomen, ekstermitas atas, ekstermitas bawah, spinal, anus dan rectum, genetalia, kulit, dan berbagai refleksnya.

Pemeriksaan fisik ini dilakukan dengan langkah-langkah yang berbeda dan banyak. Mungkin membutuhkan waktu yang lumayan lama karena banyak sekali pemeriksaannya.

Nah, pemeriksaan pada bayi baru lahir ini dilakukan supaya diketahui apakah ada masalah kesehatan atau tidak berkembang baik ketika di dalam kandungan. Jika ada masalah jadi bisa ditangani sejak dini sehingga tidak berkelanjutan.

Pemeriksaan Bayi 9 Bulan

Pemeriksaan fisik untuk bayi 9 bulan juga perlu agar bisa dilihat perkembangannya apakah selama ini Anda sudah memberikan asupan gizi dan merawatnya dengan benar atau belum. Oleh karena di usia ini pertumbuhannya sudah lumayan cepat.

Beberapa manfaat melakukan pemeriksaan ini, antara lain:

  • Memberikan vaksinasi hepatitis B.
  • Memastikannya tetap sehat.
  • Memberikan nasihat dan saran bagaimana merawat anak yang sesuai kebutuhan.
  • Membangun hubungan antar anak dan orangtua agar lebih baik.

Saat usia ini dia sudah bisa duduk dan berdiri sendiri tanpa bantuan. Selain itu bayi sudah bisa merangkak, senang bermain, memiliki banyak rasa penasaran, mencari barang yang disembunyikan, mengambil barang yang diinginkan, memiliki banyak ekspresi, memiliki rasa suka atau takut, dan lain sebagainya.

Pemeriksaan fisik untuk bayi 9 bulan juga perlu agar bisa dilihat perkembangannya apakah selama ini Anda sudah memberikan asupan gizi dan merawatnya dengan benar atau belum.

Pemeriksaan-pemeriksaan yang dilakukan pada bayi 9 bulan, antara lain:

  • Pemberian imunisasi jika bisa kondisi fisiknya memungkinkan, buku catatan vaksinasi juga akan diperbarui.
  • Menghitung suhu tubuhnya.
  • Melakukan tes seperti pemeriksaan penyakit, darah, maupun gejala dan tanda sebuah kondisi.
  • Memeriksa organ vitalnya seperti mata, jantung, hidung, telinga, dan mulut.
  • Mengamati gerakannya agar tahu perkembangan kognitif, motorik, dan komunikasi bayi.

Biasanya pemeriksaan akan berlangsung sekitar 90 menit, bisa juga lebih lama atau sebentar sesuai dengan kebutuhannya. Pemeriksaan akan berlangsung lama  jika bayi rewel sehingga sulit diperiksa.

Sekarang Anda sudah tahu apa pentingnya pemeriksaan pada anak Anda. Jangan sampai Anda lupa atau malas melakukannya karena hal ini penting sekali karena akan berhubungan dengan masa depannya. Jika tidak diperiksa maka tidak akan bisa mendeteksi jika ada hal-hal yang tidak diinginkan.

Parents Guidehttp://www.burhanabe.com
Info seputar parenting, mulai dari kehamilan, tumbuh kembang bayi dan anak, serta hubungan suami istri, ditujukan untuk pasangan muda.

Related Posts

Comments

Stay Connected

22,036FansLike
2,981FollowersFollow
4,105SubscribersSubscribe

Recent Stories