4 Deteksi Dini Gangguan Tumbuh-Kembang Anak 

“Anakku belum bisa bicara.. Apakah normal?”

Tak jarang bagi para orang tua mempertanyakan kesesuaian pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Seperti yang pernah dibahas sebelumnya, 1000 hari pertama kehidupan anak merupakan periode yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak, di mana sel saraf berkembang pesat dalam kurun waktu tersebut.

Kita kenal bahwa periode ini merupakan golden period sekaligus critical period bagi otak anak dalam menerima berbagai stimulus, seperti pembelajaran maupun pengalaman di lingkungan sekitar.

Periode ini tentunya hanya terjadi satu kali seumur hidup, maka sebaiknya Moms and Pops memanfaatkan periode yang singkat ini untuk membentuk anak ke arah yang positif dengan memberikan asuhan serta asupan yang sesuai dan seimbang.

Baca juga: Sentuhan dan Kata-Kata Positif dapat Membuat Anak Cerdas!

Proses tumbuh-kembang terjadi secara simultan yang berperan penting dalam pembentukan fungsi sebagai manusia yang utuh. Prinsipnya, setiap pertumbuhan disertai dengan perkembangan. Misalnya, perkembangan fungsi intelegensi seorang anak disertai dengan pertumbuhan otak dan serabut saraf.

Pertumbuhan dan perkembangan saat ini juga menentukan tumbuh-kembang anak di masa selanjutnya. Pertanyaannya, bagaimana cara kita agar mengetahui bahwa tumbuh-kembang anak sesuai dengan yang seharusnya?

1. Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.

Artinya, monitoring pertumbuhan anak dapat dilihat berdasarkan kesesuaian berat badan dengan usiapanjang badan atau tinggi badan dengan usia, serta pengukuran lingkar kepala anak. Ketika Moms and Pops membawa si kecil untuk pemeriksaan rutin, tenaga profesional akan melakukan pengukuran tersebut dan menyesuaikan dalam kurva pertumbuhan untuk menilai pertumbuhannya.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, tidak perlu khawatir, pastinya Moms and Pops dapat segera konsultasi dengan tenaga ahli untuk memberikan asuhan yang lebih optimal untuk menunjang pertumbuhan sang buah hati.

2. Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan

Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, serta sosialisasi dan kemandirian. Mungkin Moms and Pops familiar dengan istilah “Milestones” yang menjadi tolak ukur kesesuaian perkembangan si kecil menurut usianya, seperti kemampuan duduk, berjalan, berbicara, berdiri, dan seterusnya. Selain itu, pemeriksaan tes daya dengar dan tes daya lihat dapat dilakukan pada si kecil.

Di Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia bersama Departemen Kesehatan menyusun penggunaan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) di fasilitas kesehatan sebagai alat skrining untuk menilai kesesuaian perkembangan anak terhadap usianya. Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian, maka intervensi dapat diberikan oleh tenaga profesional sedini mungkin.

Oh iya, Moms and Pops juga dapat ikut monitoring perkembangan anak secara mandiri, lho! Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengeluarkan sebuah aplikasi untuk membantu Moms and Pops menelusuri perkembangan anak dengan cara yang sederhana. Aplikasi ini tersedia untuk iOS dan Android.

3. Deteksi Dini Penyimpangan Perilaku Emosional

Pemeriksaan ini dilakukan untuk menemukan adanya masalah perilaku emosional, autisme, dan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas pada anak sejak dini, agar intervensi dapat segera dilakukan jika memang ditemukan adanya penyimpangan.

Parents Guide
Parents Guidehttp://www.burhanabe.com
Info seputar parenting, mulai dari kehamilan, tumbuh kembang bayi dan anak, serta hubungan suami istri, ditujukan untuk pasangan muda.

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,538FollowersFollow

Recent Stories