Anak Lelaki dan Perempuan, Pola Asuhnya Harus Beda?

Sebagai orang tua yang sudah mendapatkan titipan anak, sebaiknya Moms dan Pops tidak jemu untuk terus belajar tentang ilmu parenting. Anjuran dan nasihat dari para ahli dan psikologi mesti dipertimbangkan, termasuk soal pengasuhan anak lelaki dan perempuan.

Pola asuhnya harus beda atau tidak? Jika berbeda, dalam hal apa saja Moms harus membedakannya. Ini sangat penting agar kita semua bisa bekerja sama mencetak generasi muda yang sehat, baik fisik maupun kualitas batinnya. 

Baca juga Si Kecil Gak Mau Lepas Empeng? Simak 8 Jurus Ampuh Menghadapinya

Meski agenda kesetaraan gender terus digaungkan, tak dipungkiri, laki-laki dan perempuan memiliki sifat dasar yang berbeda. Meski begitu, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, sehingga berpotensi saling melengkapi.

Sebagai orang tua, pendidikan dan pola asuh yang benar berdasarkan jenis kelaminnya akan membuat anak menerima dirinya sendiri, serta bisa memperlakukan lawan jenisnya dengan baik. 

Ketika membicarakan tentang anak lelaki dan perempuan, apakah pola asuhnya harus berbeda, berikut ini beberapa hal yang harus Moms dan Pops ketahui: 

1. Jangan Terpaku Pada Stereotip Gender

Pola asuh untuk anak laki-laki dan perempuan harus fleksibel. Moms tidak bisa mengklaim semua anak laki-laki tidak boleh menangis, sementara anak perempuan harus selalu diam di rumah. Justru Moms harus mengamati bagaimana sifat dasar anak, apakah berani, pemalu, sensitif atau yang lainnya. Meski berbeda jenis kelamin, perlakuan terhadap anak-anak harus setara ketika mereka mulai belajar mengelola emosi. 

Semua anak boleh menangis, meski mereka laki-laki. Di sisi lain, anak perempuan pun boleh berpetualang dengan pengawasan yang aman, serta mereka bisa bermain kotor-kotoran, memanjat dan bermain bola. Tapi biasanya anak perempuan akan bersifat lebih lembut, sementara nyali anak laki-laki lebih kuat. Intinya, orang tua tidak boleh terpaku pada stereotip gender yang membuat anak melestarikan perbedaan gender secara tidak bijak. 

2. Perhatikan Minat dan Bakat Anak

Foto dari Pexels.com

Orang tua tidak kuasa mengendalikan minat dan bakat anak. Sekeras apapun Moms mengendalikan dan mengarahkan anak, bisa jadi mereka memiliki kesukaan yang berasal dari dirinya sendiri. Tugas orang tua adalah mendukung mereka, apapun hal positif yang mereka pilih.

Sangat wajar ketika anak laki-laki menyukai olahraga sepak bola. Moms bisa mendukungnya dengan memasukkan ia ke klub bola, serta mengajaknya bermain di kala senggang. Tapi ketika anak laki-laki suka memasak, Moms tidak perlu canggung. Tidak jarang koki hebat berjenis kelamin laki-laki dan ini adalah suatu hal yang normal.

Baca juga 5 Tips Mendampingi Anak Menjadi Seperti yang Kita Doakan

Hal serupa juga berlaku untuk anak perempuan. Dukunglah minat dan bakat mereka dengan optimis. Dengan begitu, anak akan tumbuh dengan percaya diri dan berpeluang sukses serta berbahagia.

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,451FollowersFollow

Recent Stories