Curahan Hati: Burn Out Menjadi Orang Tua

“Kalau sekolah, ada hari liburnya. Kalau bekerja, ada hari liburnya. Kalau menjadi orang tua..?”

Kolom dr. Laksmita Dwana, S.S

Setelah sekian lama menuliskan berbagai saran bagi orang tua untuk menjadi orang tua yang lebih baik lagi, memberikan panduan bagi orang tua untuk merawat dan mendidik anak, hingga menyuarakan kebutuhan anak yang sekiranya perlu didengarkan orang tua; sempat luput dari pikiran mengenai kebutuhan dan keinginan dari orang tua tersendiri, baik terhadap anak maupun dirinya sendiri.

Tentunya Moms dan Pops tak akan pernah lupa bagaimana rasanya mendengar tangisan anak yang baru saja lahir – rasa bahagia ketika menyentuhnya ataupun melihatnya tersenyum. Namun, seiring berjalannya waktu, mengasuh anak tentunya menjadi bagian pokok dari rutinitas sehari-hari; dan seluruh agenda perawatan anak bukan merupakan hal yang mudah ataupun instan. 

Parenting membutuhkan waktu, tenaga, dan pikiran. Tak jarang bagi seorang ayah merasakan lelah yang tak tertahankan dikarenakan harus menyesuaikan diri untuk membantu sang istri merawat anak setelah pulang kerja, di mana hal ini pun dapat menyebabkan kurangnya istirahat dan penurunan produktivitas dalam bekerja.

Di sisi lain, tak jarang pula bagi seorang ibu merasakan lelah yang tak tertahankan dikarenakan harus menyesuaikan diri dengan perubahan jam tidur, jam makan, dan sebagainya.

Terlebih, gangguan tidur dapat terjadi dikarenakan nyeri pasca melahirkan, stres, maupun baby blues. Penting bagi para ibu untuk mencukupi kebutuhan tidur setidaknya 6-8 jam/hari untuk menurunkan resiko kelelahan dan depresi pasca persalinan. Berikut adalah tips bagi Moms dan Pops untuk memenuhi kebutuhan istirahat secara maksimal setelah melahirkan:

Ikut tidur, yuk, saat si kecil tidur!

Menyesuaikan jam tidur merupakan salah satu kunci agar istirahat tercukupi. Jika Moms dan Pops sedang melakukan aktivitas lain, sebaiknya atur jadwal untuk tidur lebih dahulu dan pasang alarm untuk membatasi waktu tidur.

Bagi tugas dan jadwal antara Moms dan Pops.

Jadwalkan piket harian antara Moms Pops. Selain memberi waktu istirahat bagi satu sama lain, Moms dan Pops pastinya mendapatkan kesempatan untuk menikmati “me time”-nya masing-masing. 

Contohnya:

Moms bertugas untuk mempersiapkan dan memberi makan, sedangkan Pops bertugas untuk memandikan atau mengganti popok; atau

Pukul 06.00-12.00 di hari Minggu, Moms mendapatkan jadwal untuk standby mengasuh anak, sehingga Pops memiliki waktu luang untuk menikmati kegiatannya untuk refreshing dengan beristirahat atau melakukan hobinya. Kemudian, pada pukul 12.00-18.00, Moms mendapat jeda istirahat dan Pops menjalani “shift”-nya untuk mengurus si kecil.

Tidak ada salahnya meminta bantuan asisten rumah tangga atau anggota keluarga lain.

Selain memberikan waktu istirahat atau waktu luang untuk melakukan aktivitas lainnya, melibatkan Asisten Rumah Tangga (ART) atau anggota keluarga lainnya juga merupakan salah satu bentuk kesempatan dimana anak bisa membangun relasi dan mengakrabkan diri dengan orang lain. Akan tetapi, perlu diingat bahwa keluarga besar pun sebaiknya saling sepakat mengenai kunjungan bermain untuk antisipasi kegiatan berlebih yang dapat menyebabkan kelelahan.

Find out how to love yourself before you love another human being.

Salah satu tantangan terbesar ketika membangun sebuah rumah tangga adalah konsisten menjalankan komitmen untuk menjaga dan memberikan kasih sayang kepada pasangan dan anak. Bagi beberapa orang, menyesuaikan kebutuhan dan keinginan satu sama lain memerlukan tenaga yang ekstra, sehingga tak jarang seseorang dapat merasa burn out dan membutuhkan jeda bagi dirinya sendiri.

Baca Juga: Sentuhan dan Kata-kata Positif Bisa Mencerdaskan Anak

Namun, betul faktanya bahwa menjadi orang tua adalah sebuah peran yang tak pernah mendapatkan ‘cuti’. Maka, di sela waktu yang ada, beristirahatlah. Berilah dirimu kasih sayang sebagaimana engkau memberikannya kepada orang lain. Penuhi kebutuhan dan keinginan diri agar energi kembali terisi penuh hingga siap kembali menjalani amanah terindah, yakni menjadi orang tua.

dr. Laksmita Dwana, S.S, Praktisi Kesehatan

Sumber:

  1. https://raisingchildren.net.au/grown-ups/looking-after-yourself/new-mums/new-mums-first-weeks
  2. https://raisingchildren.net.au/pregnancy/pregnancy-in-pictures/recovery-after-birth-in-pictures
  3. https://www.nhs.uk/conditions/baby/support-and-services/sleep-and-tiredness-after-having-a-baby/

Foto utama oleh Kelly Sikkema dari Unsplash

Parents Guide
Parents Guidehttp://www.burhanabe.com
Info seputar parenting, mulai dari kehamilan, tumbuh kembang bayi dan anak, serta hubungan suami istri, ditujukan untuk pasangan muda.

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,450FollowersFollow

Recent Stories