Drs. Zulfikri Anas, M.Ed. Hadirkan Masa Depan di Masa Kini?

Dunia kita ini sebetulnya masa lalu, dunia anak-anak adalah masa kini. Tugas kita membimbing mereka menuju masa depan gemilang. Begini penuturan bijak Drs. Zulfikri, M.Ed. yang  saat ini menjabat sebagai Plt. Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran.

#SelamatHariPendidikanNasional

Seturut pendapat para pengamat, pendidikan adalah kunci memperoleh kesetaraan dan keadilan sosial. Jadi, setuju kan kalau anak-anak harus diasuh sebaik mungkin sejak dini. Agar terbangun fondasi pembangunan sosial maupun ekonomi. Sebab pendidikan adalah juga merupakan senjata ampuh pembasmi kejahatan sosial.

Lantas, sebegitu beratkah tugas harus diemban para tenaga pendidik demi mencetak insan terdidik?

Baca juga : Dampingi Anak Tumbuh Cemerlang

Tja! Bagaimana kalau abaikan dulu pembahasan berat atau tidaknya, agar kata beban bukan sebagai fokus. Tetapi bagaimana proses pembelajaran itu dilakukan. Beberapa pemikiran Drs. Zulfikri, M.Ed. lewat obrolan santai ini, kiranya dapat menjadi  inspirasi dalam memahami tugas sebagai pendidik. Termasuk berselancar dalam dunia para peserta didik.

Bilamana terjadi pemahaman serta keselarasan berpikir dan bertindak, tentulah pesan tersampaikan dengan baik. Lalu diterima sama baiknya pula, sehingga bukan lagi beban sebagai pusat pembicaraan, melainkan keberhasilan pencapaian tujuan. 

“Dunia kita sebetulnya masa lalu, dunia merekalah masa kini. Sebagai pendidik kita boleh  memberi wawasan seperti apakah masa lalu itu, tanpa harus membawa mereka ke masa lalu. Terpenting adalah bagaimana mendampingi mereka mampu mengenali diri sendiri dan makna kehadirannya dalam kehidupan ini. Sehingga yakin, setiap keunikan potensi yang dimiliki itulah jaminan hidup hari tuanya,” tutur Drs. Zulfikri bersemangat.

Bukan semata mengajar, namun bagaimana pendidik membantu tiap anak yang terlahir unik, bisa mengelola keunikannya dengan baik, lalu digunakan sebagai pengetahuan dan keterampilan. Bukan sekadar dipahami, namun sungguh diaplikasikan dalam keseharian sebagai bekal kehidupan.

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,450FollowersFollow

Recent Stories