Kalau Kanker, Kenapa Harus Kemoterapi?

Oleh Dr. Edi Setiawan Tehuteru, Sp.A(K), MHA.

Hampir selalu orang tua yang anaknya baru didiagnosis kanker menanyakan pertanyaan di judul artikel ini. Perasaan takut muncul di benak mereka karena sebelumnya sudah membaca tentang kemoterapi, khususnya tentang efek yang ditimbulkan setelahnya.

Kemoterapi untuk menangani kanker diberikan dokter untuk menghambat pertumbuhan sel kanker yang cepat. Masalahnya, di dalam tubuh anak yang terkena kanker, selain sel kanker, ada juga sel-sel normal yang pertumbuhannya juga cepat.

Saat memasuki tubuh melalui pembuluh darah, kemoterapi tidak dapat membedakan mana sel kanker dan mana sel-sel normal yang pertumbuhannya cepat. Hal inilah yang membuat saya selalu mengatakan bahwa kemoterapi adalah obat yang kurang pintar.

Baca juga: Tentang Hepatitis Misterius pada Anak, Apa Itu?

Hal tersebut jugalah yang menjadi penyebab mengapa timbul efek-efek yang tidak diinginkan, seperti pucat, demam, dan pendarahan akibat ditekannya produksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit di sumsum tulang oleh kemoterapi. Selain sel darah, sel-sel normal lainnya yang pertumbuhannya cepat adalah sel di saluran cerna, rambut, hati, dan ginjal.

Oleh karena itu, jangan heran bila anak yang menjalani kemoterapi juga mengalami muntah, rambut rontok, dan hasil laboratorium yang menunjukkan fungsi hati dan ginjal yang terganggu.

Pertanyaan berikutnya yang dilontarkan orangtua setelah mengetahui atau melihat efek yang ditimbulkan kemoterapi adalah,

“Apakah tidak ada obat lain selain kemoterapi?”

Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels

Related Posts

Comments

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,508FollowersFollow

Recent Stories