Menjadi Guru! Dari Menapaki Garis Profesi Turun Temurun Hingga Pelarian Kejenuhan

#SelamatHariPendidikanNasional

Profesi Guru kerap dipandang sebelah mata. Padahal Guru adalah profesi yang mengajarkan semua profesi lain. Sering pula tidak dianggap sebagai sesuatu yang hebat, sementara orang menjadi hebat adalah berkat jasa guru yang mengajarkan. 

*

Kenapa ya profesi ini selalu tidak menarik di mata sebagian orang. Bahkan kadang menjadi Guru pun semacam pilihan terakhir saat tak lagi ada pilihan. Padahal sesungguhnya Guru adalah orang-orang pilihan, membutuhkan pengabdian tulus dari sebuah panggilan. Bukan karena tidak ada yang memanggil.

Terbentang ragam kisah seputar Guru dan kerap berbungkus keprihatinan. Mulai soal kesejahteraan, nasib miris sampai kelakuan siswa. Tapi toh di ujung  semua itu, Guru adalah orang paling bahagia ketika melihat muridnya berhasil.

Photo by : Freepik

Seiring dengan momen di mana siswa menyadari betapa jasa Guru tak terbilang lagi hingga layak disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Begitu besar jasanya hingga tanda seperti apapun takkan dapat menggantikan segala yang telah Guru berikan. 

Baca juga : Drs. Zulfikri Anas, M.Ed. Menghadirkan Masa Depan di Masa Kini

Siswa bisa saja tidak suka pada Guru, entah cara mengajar, berkomunikasi maupun aturan dan beban sekolah. Tapi pernahkah terpikirkan kalau seorang Guru bisa saja  di awal pengabdian juga tidak suka akan profesi ini. Merasa terpaksa, tak ada pilihan apalagi yang memanggil selain ruang Guru. Tak sedikit pula yang menjadi Guru karena kisah ‘turun temurun’.

Related Posts

Comments

Comments are closed.

Stay Connected

0FansLike
400FollowersFollow
8,454FollowersFollow

Recent Stories